Keto Day 91 (Supposedly)

Actually, I stopped my Keto diet on day 80 since I got a bad diarrhea. I felt so week for days and I just need to drink something sweet to recharge my body. I gained 58 kg that week of sickness. Now I’m 60 kg and still enjoying consuming some carbohydrate in my meal: things that I avoided for 3 months i.e. veggies. Yup, I really miss vegetables so much. I admit that I have increased my appetite since I’ve taken veggie and other forbidden food again. I’m fully aware that the carrots, the beans, the sprouts, the fresh juice, natural yogurt, and cold cereal: they all don’t suppress my hunger for long. But since I don’t eat sugary food, rice and bread, my weight is still constant 60 kg this week, quite amazing right? My only problem is that I’ve been having bloating again since my cheating day, but I’m OK with that.
Anyway, I still keep some of my ketogenic diet like cottage cheese, nuts, peanut butter, VCO oil, fish, and eggs. I sometimes do intermittent fasting, but not everyday like before. Probably that helps me a lot to keep my body weight. Today is supposed to be my KFLS 91, but I count today as a restart to 1 with my Keto diet. Gosh, it does need a warrior to stick with this diet. I’ll never feel sorry for breaking my KFLS, since I’ve been feeling a much better mood. A happier me. With my sexier body. 😀 😀 😀
lovemyshape

Keto-Fastosis Day 7

Yesterday, I started the second phase of my KF Program: Consolidation Phase, yippee! My fasting sugar was 78, so I dare myself to try longer fasting. The good thing for my first phase (induction) is that I loose 5 kg just in 5 days! “) “). Now in the second phase I can add non-starchy vegetables (like leafy greens: spinach, kangkung, broccoli, cabbage, cauliflower, Brussels sprouts, cucumber, chili, asparagus, kailan, pokcoy, etc). I love veggies and I’m soo happy I can eat them as much as I want. And the duration of my fasting is longer: 18-20 hours, no problem at all coz the veggies keep me full longer.
I feel that my metabolism is way much better now. I still have a kind of nausea sometimes in the evening, but that’s normal and natural reaction when my body switching from burning carbohydrate to burning fat fuel. Now I don’t really have panting breath, thanks to my quick slim down hehehee…
I’ve prepared for my lunch omelette, stir-fry beans and chicken liver, and green tea. For snacking I have Elle & Vire cream cheese and Kraft slice. Yummy!

elle vire

After Lunch:
I’ve checked my fasting blood sugar and it says 86. So sad…I’ve gotta back to the induction phase again. Bye bye chili and broccoli, I’ll see you again soon. Gottta workout more often to get it below 80 again. Fighting!!

Ketofastosis: Day 2

How to Reach Ketosis_edits
11.40 WIB
This is the second day for my new program. I ate at 7 last night, just half avocado and one egg. Right now I don’t feel any hunger or craving at all. I’ve watched many videos of Dr. Eric Berg, and now I’m a bit confused with the KF Program administered by Tyo Prasetyo on my FB group. My problem with the protocol he made is that I cannot follow some rules there, like consuming IH or immunator honey and 2-3 litre of water. I just cant drink too much water, and Dr. Beg said that we drink water when we need it (he takes only 6 cups daily…). And honey is also prohibited in Ketofastosis. It’s the same thing like consuming sugar,fructose, agave nectar, syrup, and juice, they won’t bring our dietary sugar down to zero. (I’m also confused when the KF group said that taking Diabetasol is OK…whooa sweetener, no way!)
I haven’t left the group yet, I just turned off all notifications from this group. Some explanations in their protocol don’t really make sense to me, cause I have watched many videos by Dr. Berg himself. The more I know from his videos, the more I’m convinced that my group has made some mistakes. I just hope that I was mistaken about this group coz I haven’t learned a lot the comments and the discussions among members.

Now, preparing for my lunch time…I’ll write again soon. See ya.

After lunch:
Feeling a bit dizzy, I haven’t eaten up all but my tummy feels full. Just cant eat too much now. Is it really normal? Well, finally I gain control over my desire to eat, hehehee… I’ll continue eating when I feel hungry.

Kok Gendut Sih?

Teman2 saya sering bilang seneng lihat saya, seger dan ginuk2 katanya. Well, memang sih saya lebih suka kelihatan chubby daripada kurus kering kempot penyakitan hahahaa. Dari kecil saya sudah montok kalau lihat foto2 lama, selalu kelihatan lebih berisi dibanding teman sebaya. Di rumah anak2 suka ngeledekin kalau misalnya ngga sengaja keinjek atau kesenggol saya suka tereak “Aduuuh kesenggol gajah”

asem benerr… yang lucu sih si kecil Fia suka menghibur ibuknya kalau dikatain begitu “gapapa buk gajahnya cantik kan” hihihii kalo sudah digituin tak cium2i itu anak 😀 😀 soleha banget ngasih penghiburan ke emaknya.

Jadi inget masa SMP-SMA teman2 saya pasti ngga pede jika mukanya nyempluk, kalau pas ngaca di toilet pada ngresulo semua. Saya mah cuek, yang bikin ngga pede waktu itu kalau muka jadi gosong akibat kelamaan main di luar. Kalau liat muka mulai keiteman…buru2 nyulik Kelly cream punya mbak saya hehehee…. Dulu pernah disaranin teman supaya jangan ngiket pony tail rambut saya coz pipi saya jadi keliatan bunder, tapi saya cuekin aja coz ngga betah gerah gara2 rambut panjang. Sejak pakai jilbab jadi tenang, pipi sebagian tersamarkan 😀 😀 jadi ngga keliatan banget bakpao saya hehee..

Slide1

Tapi yang jelas gak bisa dibohongin tuh ya timbangan. Dari dulu saya nggak pernah punya berat badan ideal. Ini contoh foto tahun 2010 saat saya di Jepang berat saya sudah 65 kg, lha di tahun 2018 ini saya sudah mencapai 75 kg. padahal tinggi saya kurang dari 150cm. Yang lebih parah itu pas hamil Afia tahun 2013 BB saya 85 kg! Akibat BB berlebih saya kena gangguan hormonal, ketidakseimbangan hormon progesteron di tahun 2006 kalo ngga salah mulainya. Ohya BB di atas 80 kg adalah masa tersuram saya coz mau pakai kaos kaki aja susah, mesti dipasangin anak saya, nggaruk punggung ngga bisa, duduk tasyahud jadi susah, napas juga engah2… syukur debay lahir saya bisa turun 10kg. Ngga tahu ya, semakin nambah umur kok makin berat aja ini badan. Padahal ketika masih gadis saya pernah loh 46kg saja, dengan teman2 saya rata2 beratnya nggak sampai 40 kg #nangis . Saya porsi makan juga biasa, ngemil juga nggak seberapa. I also played outside, jumpalitan, lalarian dsb tetep aja menul2. Seingat saya BB jadi ngga turun2 lagi sejak menginjak usia 35 tahun. Sepertinya metabolisme tubuh saya melambat, dulu kalau sudah lari2 setengah jam saja bisa langsung turun sekilo dua kilo dalam beberapa hari. Lah sekarang cuma minum air saja kok masih aja njembluk. Well I blame all those delicious food yang saya makan sehari2…saya nimbun kalori terus karena ngga tahan godaan.

Teman2 pada nggak percaya kalau saya seberat itu, coz saya nggak terlihat gembrot katanya. Aduh deh, itu kan cuma pinter2nya milih baju, saya selalu pilih yang panjang yang menutupi pantat saya paling enggak. Jilbab juga jangan terlalu pendek supaya tonjolan2 tidak keliatan, kalau pakai jilbab pendek pasti saya kombinasikan dengan baju gombrong atau pakai jas dan syal untuk menutupi perut. Terus kalau berdiri mengajar saya selalu pakai kaki pose, maksudnya salah satu kaki mesti ke depan supaya memberi siluet langsing. Hanya Tuhan dan family member saya yang tahu betapa endutnya saya kalo sudah pakai baju kebesaran di rumah, daster. Jadi keliatan ngga cuma fat, tapi overweight atau obese malah hahaa…persis gajah banget. *Gendut itu adalah kalau lenganmu, pahamu, perutmu lebih gedee daripada punya misuamu 😮 😀 *Saya bilang ke anak2 kalo ibumu ini pendek, makanya lemaknya disimpan ke samping2 dan jadinya lebaaar hahahaa…what a bad excuse.

BTW saya jadi mau serius mikirin nih kenapa ya kok bisa endut sejak melahirkan anak ke-3? OK barti tu pas saya diangkat jadi widyaiswara thn 2005. Pas jadi WI sepertinya hidup sudah mulai mapan, juga sudah nggak pindah tugas2 lagi, paling cuma DL keliling Indo beberapa hari saja. Kalau kata dokter sih pengen kurus dibutuhkan a calorie deficit sama saya harus melakukan sesuatu to balance the metabolic thermostat supaya dia ngga melawan kita : metabolisme ngga bisa dijaga hanya dengan eat less, exercise more… trus diet dan olahraga like crazy. Nope, dia terlalu smart. Makanya diet suka gagal juga. Saya tahun 2011 divonis ketidakstabilan hormon sama dokter di RS Fatmawati karena sering haid tidak teratur. Ketidakstabilan hormon saya dipengaruhi metabolisme tubuh saya yang error. Saya jadi kurang hormon progesterone, terus diterapi pakai pil KB, which I hated so much karena suka bikin kepala kliyengan, dan saya cuma dua bulan saja pakai pil hormon itu. Coz dulu pernah disarankan untuk tidak pakai KB hormonal karena waktu gadis pernah endometriosis. Ruwet kan? Halah makanya saya nggak mau pusing deh kalau jadi gendut, yang penting kolesterol saya bagus, gula dan asam urat juga masih bagus, masih suka jogging setiap hari, nyapu ngepel masih saya lakoni, kalo masih segede gini mah itu rejeki saya kali hahahaa….Yang penting misua ngga keberatan, ngga tau lagi kalo beliau protes maka sedot lemak bisa menjadi opsi. #serius

Sing penting sehat jasmani lan rohani, lemu kuwi ngrejekeni #efiquotes #youarefat
fat