First Publication

Just feel so relieved when my friend informed me that my paper for 1st UICELL is published. My husband asked “Just relieved? Not proud, terrific, or something?” Well, it’s kinda mixed feeling…because before the announcement of my first publication I was so frustrated, like it took a lot of time, like I wanted to publish my best work, but I realize that there are still a lot that I have to improve in my writing.

Here’s the link to my paper:
https://journal.uhamka.ac.id/index.php/uicell/article/view/1225

Yes, I have a feeling of accomplishment and now maybe a thirst for another trial. Maybe? Yeah cause I know how hard it is to perform a research and write academic paper, and I am not really into academic things actually. Now I have already broken the first barrier in my academic writing, I’m feeling a bit calm and confident to do more research. By the way, I think I have to go back to campus if I want to focus more on doing research.Becoming a student again normally brings me many ideas for research. My choices are UPI Bandung and UNM Malang for my doctorate.
paper ibu

Table Manners

dining
Ketika mengikuti pelatihan Diplomasi Ekonomi bulan Maret 2018, saya mendapat banyak ilmu tentang hukum Ekonomi Internasional serta cara melakukan effective loan agreement. Di antara hal yang terkait kemampuan lobbying dan melakukan negosiasi, ada tambahan materi tabble manners agar kita sebagai delegasi dari Indonesia tidak melakukan kesalahan sepele di meja makan yang bisa jadi memalukan bangsa ita sendiri. BTW, lha saya ini loh sudah sering jadi delegasi perwakilan Indonesia di acara2 internasional, tapi saya sih nggak merasa pernah bikin salah kalau lagi acara dinner basamo, coz saya bisa niru2 di sebelah kanan kiri saya kalau lagi makan. Etapi ternyata ada juga kesalahan2 kecil saya ternyata, tapi yaudahlah uda lewat ini so malunya juga terlambat hihihii…
BTW Pelatihan Diplomasi Ekonomi di tempat saya tuh keren banget ya, pengajarnya sih top di bidangnya, macam Prof. Hikmahanto Juwana, Yu Un Oppusunggu Ph.D, Dr. Yetti Komalasari, para ambassador dari Kemenlu dan masih banyak lagi. Lha yang mengajari Table Manner itu Ambassador Hanief Djohan, Widyaiswara utama di Kemenlu. Kami pakai katering khusus yang dipesan dari Aria Catering dengan menu2 internasional yang saya sendiri sudah lupa , habis nama2nya kepanjangan sih hihihi..yang jelas intinya ada appetizernya sup krim, main coursenya steak, dessert cake, ditutup teh manis or coffee dan acaranya Farewell Luncheon buat ambassador yang pindah tugas ke negara lain, ceritanyaaa….
Yah intinya sih kata pengajar: when in Rome, do as the Romas do. Jadilah kita belajarnya seriusan nih, termasuk berpakaian resmi untuk dinner (yang bapak2 pakai jas dan dasi, yang ibuk2 pakai evening dress. Saya sih cukup pakai two-toned suit seperti ketika saya mengajar, sudah biasa rapi sih as a trainer gitu loh 😀 )
Oya sebelum masuk ke Dining Room kita di kelas dulu untuk pembekalan tatacaranya. Misalnya nanti jika datang ke Reception Room kita harus bermuka ceria, mengisi buku tamu, salaman sama host dan berbasa basi mengucapkan rasa hormat dan terima kasih karena diundang. Bawa oleh2 kalo perlu. Nah ini yang saya nggak lakukan ketika diundang Laura Kodres dari STI IMF Singapore, padahal waktu itu saya sudah bawa souvenir buat dia tapi nggak jadi saya kasih. Waktu itu saya urungkan ngobrol dengan dia karena dia selalu dikerubungi orang, padahal nggak apa2 jika kita menyela just to say thank you for inviting us. Tapi saya masih mendingan lah karena acara di reception room seperti itu selalu mengobrol dengan tamu2 dari negara lain dan bertukar kartu nama.Paling kita ngomongin snack yg disajikan atau the city tempat konferensi. Hati2 ya kalau acara coctail ini minumannya suka mixed dengan alcohol, kalau saya sih cuma minum water aja biar aman.
Oke ketika memasuki ruang makan, kita tinggal mencari meja dengan nama kita di sana.Nah jangan buru2 duduk coz harus berdiri sejenak di belakang kursi menunggu host dan distinguished guest masuk. Kita duduk setelah para host duduk, dan yang saya suka itu tamu pria di sebelah kanan kita pasti menarikkan kursi buat kita. Waktu di Belanda begitu sih. Tapi ini nggak kejadian pas saya reception dinner di KDI School Korea tempo lalu…jadi saya rasa teman Filipina dan Afsel saya kala itu belum tahu table manner juga hihihii
Okeh ketika duduk jangan pegang2 piranti makanan sebelum dipersilahkan untuk memulai. Nah ini juga saya baru tahu juga, jadi keingetan teman saya Manuel yang megang2 soup spoon sambil diliat2 “is it really gold?” hahaaa kalo gt barti ndeso ya qqk, untung saya nggak ikut2an. Oya, ini piranti makan a la Eropa normally kayak begini ni:
breathtaking-fine-dining-table-manners-14-home-design.png
Nanti menggunakan pirantinya urutan dari arah luar ke dalam. MEskipun makanan sudah disajikan waiters di depan kita, jangan mulai makan sebelum teman semeja semua tersaji pulak. Sabar…
Trus waktu makan, kita harus menyantap sedikit demi sedikit, eat from the outside in, dan tidak dengan cara makan yang lahap. Bwahahaa ini dia nih temen Korea dan Jepang saya suka makannya kaya diburu setan. Saya juga suka ilfil sama teman yang kalau makan bunyi kecap2, nggilani. You’ve gotta chew with your mouth closed. Pokoknya harus elegan, duduk tegaknya dijaga. Ngga boleh nyender. Kedua siku tangan juga jangan di meja selama makan.Supaya elegan makanya talk about pleasant things disela makan. Lha ini nih kadang saya suka kelupaan kalo sudah fokus ke makanan. Badan kita yang ditundukin kalau mau menyuap, padahal harusnya tangan kita yang lebih naikin supaya kita tidak terlalu membungkuk2. Oya ketika makan hot appetizernya, sup krim waktu itu, pengajar membetulkan saya kalau menyendok soup itu dari arah dalam ke luar supaya tidak menumpahi pakaian kita. Swear ini yang susaah…kewolak walik terus hihii..
Menu main course waktu itu kan beef steak pake mashed potato trus ada steamed veggie gt, lha ini nih saya suka sebel jika makan steak. Saya suka potong2 dulu semua baru saya makan pakai garpu, habis ngga biasa makan pakai tangan kiri. Kata Ambassador Hanif tidak apa2 itu juga American style, kalau European style memang dipotong baru dimakan, jadi lebih rapih. Setelah main course ditutup dengan red wine,yang diganti pakai fanta merah waktu itu. Oya posisi naruh peralatan makan selama dan setelah selesai kurleb seperti ini:
The-proper-resting-and-finished-position-for-a-fork-and-knife..jpg
Menu penutup adalah red velvet cake with creme brulee…muanis pol untungnya creme nya cuma seuplik. Dimakan dengan sendok dessert dengan potongan kecil2 ya biar ngga cepat habis hihihii. Terus terakhir minum hot tea dan selesailah acara maksinya. Host mengajak toast untuk tamu kehormatan, kita ikut salut juga. Setelah tamu kehormatan pulang, kita pamitan. Before leaving the event, always find the host and thank him, personally, kita semua satu per satu melakukannya. Kelar deh acara makan siang kita.
Senang banget kalau pelatihan itu disertai praktik langsung, jadinya diklat itu bermakna dan berkesan. Next time saya mau bikin gala dinner deh buat geng saya biar jadi agak classy dikit, ngga cuman bisa hahahihi pas botram liwetan. 😀 😀 😀
table manners

Belajar Bikin Film Pendek

short films.jpg
Saya baru selesai mengikuti Diklat Disain Grafis dan Multimedia di Pusdiklat Keuangan Umum bulan Februari 2018. Jadinya bisa buat macam-macam hasil disain grafis dengan Corel Draw dan Adobe Photoshop, seperti kartu nama, flyer, banner, cover buku, cover majalah, dan poster. Lumayan deh nggak perlu ngrepotin orang kalo lagi perlu bikin, gampang juga. Kuncinya sih tetap dipakai praktik terus biar nggak lupa. Saya juga dapat ilmu membuat film pendek dari pengajar dari NET tv. Dari mulai pra-produksi, dalam produksi, dan pasca produksi. Pra-produksi misalnya penentuan ide cerita,sasaran pasar apa, riset bahan2, casting pemain, dan synopsis dan script writing. Menulis script writing ini yang saya paling suka. Kebetulan saya yang jadi script writer buat film pendek kelompok kami. Contoh scriptwriting seperti begini nih:

TOPIK: ANTI KORUPSI

OPENING CREDITS
(Instrumental music)

1. EXT. HALAMAN PUSDIKLAT KU – SIANG
Shoot gedung kantor menjulang tinggi dengan low angle. Lalu panning halaman sd parkiran mobil ke kiri dank ke kanan.
Di lantai 1 kamera masuk berjalan ke dalam lobby.

2. INT. Lobby depan lift – SIANG
Sebuah lobby kantor dengan sisi kanan kiri terdapat lift. Tidak lama pintu lift terbuka dan keluar seorang pegawai.

3. INT. Lobby hingga serambi depan kantor.
Pegawai berjalan santai sambil siul-siul keluar menuju parkiran mobil. Shoot zoom in dan zoom out.
4. EXT. Serambi sampai dengan mobil terparkir.
Pegawai menuju mobil dan membuka pintu mobil. Shoot still dan Long shot.

5. INT. Di dalam mobil dinas kantor.
Pegawai masuk dan duduk di mobil. HP nya berbunyi.

6. INT. Di dalam mobil dinas kantor.
Pegawai mengangkat telepon. “Iya Ma, Papa sudah dapat nih mobil kantor buat jemput Mama. Di Mall mana? OK Papa segera ke sana, nanti kita maksi sama2 ya…Bye Mama.” Bisa tambahkan caption gambar wanita cantik sedang membawa banyak tentengan belanja menelpon sang papa. Shoot Close Up tiba-tiba teriak dan rem mendadak.

7. EXT. Parkiran di luar mobil.
Bunyi peluit “PRIIIITT!!” dan ada seseorang menghadang di tengah jalan. Shoot close up tangan muncul mengacungkan kartu kuning di depan kaca mobil pegawai.

8. INT. Di dalam mobil.
Pegawai menunjukkan eskpresi kaget dan bingung. Shoot Big Close Up wajah pegawai.

CLOSING:

9. EXT. Parkiran/halaman gedung kantor pusdiklat.
Seorang Wasit dengan kartu kuning. Tegas berkata “STOP!! Menggunakan barang kantor untuk kepentingan pribadi adalah KORUPSI!”
Fasilitas mobil bisa di zoom out dan panning sekali lagi.
Lalu Wasit mengacungkan kartu kuning. Zoom out dan akhirnya extreme long shot. (Jika ada drone lebih bagus lagi jika shoot wasit acungkan kartu dan meniup peluit lagi )

CREDIT TITLE
(Instrumental music)

***
Scriptwriting ini buat plan pengambilan gambar. Dan pada praktiknya ternyata banyak kreativitas muncul sehingga gambar yang diambil lebih kaya dari script yang sudah dibuat, jadi jika ada tambahan saya cukup catat di script yang ada, termasuk nomor pengambilan take-nya. Ini penting sekali untuk proses editing film.
Okay selama shooting atau take, kita pakai dua kamera agar angle pengambilan jadi kaya. BTW karena dalam film pendek kami ada adegan percakapan, kita pakai tambahan clip-on dan mikrofon tambahan. Untuk shoot still yang agak lama kita bahkan pakai tripod biar gambar yang diambil jadi stabil. OK kelar ambil gambar, kita lanjutkan ke editing.
Editing film kita gunakan Adobe Premiere. Ngga terlalu sulit jika kita sudah biasa pakai Movie Maker.Kita susun capture pilihan kita sesuai script final yang sudah disepakati. Saya trim bagian-bagian yang kurang pas, oya kami sepakat setiap capture tidak lebih dari 7 detik. Kita tambahkan audio efek yang diperlukan, seperti suara rem mobil dll. Musik background juga kita tambahkan. Mixing suara kelar, kita tambahkan credit title sama color correction di beberapa bagian. Setelah itu baru deh diekspor jadi MP4 atau video.

Melelahkan juga buat film sendiri, tapi kalau sudah lihat hasilnya jadi bangga juga sudah bisa produksi film sendiri. Selama ini saya cuma pakai Pulp Motion, dan kayaknya sih bakal tetap pakai PM karena ngga sanggup beli Adobe Premiere asli hahahaa… Saya mah suka pakai yang instan2 macam nge-vlog saya pakai Kwai saja. Cuma sekarang lagi bosen jadi berhenti vlogging for a while. My next project adalah saya bakal membuat video knowledge capture dengan mahasiswa saya sebagai talent, sepertinya cocok nih buat bahan mengajar English for Customs. So, let’s see if I can do that.