Mengapa Ibu Jadi PNS?

Pertanyaan ini diajukan anak ketiga saya, Daffa, tadi pagilogo_rosc. Saya jawab alasan utama adalah mewujudkan keinginan yangti dan yangkung yang ingin anak-anaknya jadi PNS. Tapi saya lanjutkan lagi bahwa dulu ibumu ini cita-citanya hanya supaya mandiri dan berpenghasilan sendiri sehingga bisa membantu orangtua dan keluarga. Jadilah makanya masa muda saya penuh pengalaman bekerja di sana sini karena saya mau mencoba pekerjaan apa saja yang sesuai latar belakang maupun menggunakan ilmu yang saya pelajari di kampus: jadi translator, teacher, secretary even sales person😀. Saya haus menimba pengalaman bekerja di berbagai tempat karena merasa bahwa saya ini minim pengalaman, tapi ingin jadi orang berguna. Lha pas saya keterima jadi PNS tahun 1999 itu, kok rasanya pas ya bisa mencoba bekerja di instansi pemerintah, Departemen Keuangan pulak. Sebelumnya saya pernah kerja di Perum Jasa Tirta, di bawah Departemen Pekerjaan Umum, tapi saya kurang sreg dengan pekerjaannya yang mirip-mirip sekretaris itu.

Mengawali karir di Badan Pendidikan dan Latihan Keuangan dengan penempatan di Kampus STAN di Jurangmangu membuat saya bersyukur mendapatkan pekerjaan yang sesuai idaman ortu, tugas di bidang pendidikan, serta gaji dan karir yang pasti. Dan saya berjanji pada diri sendiri I will do my best to serve this ministry and my country. Jadi ya, kalau mau dirangkum, jadi PNS buat saya supaya

  • dapat penghasilan yang layak (yang ternyata sangaaat layak kalau sudah di level saya saat ini)
  • dapat kepuasan batin karena memenuhi harapan ortu
  • dapat memberi pengabdian kepada NKRI (serius mode)
  • mengasah kemampuan dan ilmu saya terus-menerus dan menyalurkan segenap kemampuan (bahasaku rek!)

Semakin lama di kementerian ini membuat saya semakin yakin bahwa jika menginginkan better Indonesia, you’ve got to be in the system, be a government official.Saya juga sudah membandingkan dengan negara-negara maju macam Jepang, Korea, serta beberapa negara Eropa, mereka maju karena government officers-nya hebat. Malah Belgium yang unik lagi, negara seperti auto pilot saja tetap running well meskipun belum dapat prime minister saat saya visit ke sana. Prof. Ju-Ho Lee dari Korea juga mengatakan bahwa Korsel maju karena semua PNS bekerja terbaik untuk negaranya.

Daffa bertanya lagi, jadi ibu nggak malu kalau bilang jadi PNS karena disuruh yangti yangkung? Saya jawab tentu ngga ya say, justru ibu bangga karena jadi anak yang patuh dengan ortu dan ibu tidak mau jadi PNS asal-asalan karenanya, coz justru karena mau memenuhi harapan ortu maka kita tidak boleh setengah-setengah, kalau mau membahagiakan ortu harus totalitas, karena rido Allah SWT itu bersama ridho orang tua.

KAta Daffa, horreee…ibu hebaat, anak sholihah! Aamiin makasih ya nak.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s