My Korean Experience: Belanja Oleh-Oleh Korea Selatan

Sudah jadi tradisi orang Indonesia kalau bepergian ke luar negeri nggak akan afdol kalau nggak beli oleh-oleh buat keluarga dan teman dekat. Masalahnya adalah yang bukan temen dekat atau kerabat sanak kadang suka seenaknya sendiri minta oleh-oleh juga, padahal sangu kita nggak banyak. Seperti kemarin sewaktu saya ikut Blended Learning Program dengan KDI School, untuk stay 2 minggu saya cuma diberi stipend 280,000KRW (1KRW saat itu cuma 13 Rupiah, kebayang betapa meditnya ..) . Saya untungnya bawa sendiri 414,000 KRW buat antisipasi hobby saya yang suka belanja dan jalan2…(alhamdulillah habis semua dengan sukses). So, apa yang bisa dibeli dengan uang terbatas dan di mana seharusnya belanja? Let’s check out:

  1. Dongdaemun

12307354_10206784180495987_1809092475651124669_oUntuk menuju ke Dongdaeumun saya ikut shuttle bus dari hotel saya Grand Ambassador Seoul yang memang disediakan setiap jam oleh hotel untuk customernya for free. Tapi bisa juga kita gunakan subway line 1 dan berhenti di stasiun  Dongdaemun. Di Underground Shopping Dongdaemun banyak sekali toko-toko suvenir dan baju2 super murah yang kita tidak perlu nawar-nawar harga lagi. Di luar Subway ada Dongdaemun market biasa yang seperti pasar tumpah, di sini saya beli kaoskasi murmer, dari yang harga 500KRW, 600KRW, 1000KRW, 2000KRW per pasang, semuanya made in Korea dengan kualitas sangat bagus. Saran saya beli oleh2 macam ini saja selain ringan, nggak murahan kualitasnya serta murmer. (made in China  socks juga banyak di sini dan jauh lebih murah, tapi kualitasnya kayak kaoskaki beli di tanah abang tentunya). Dongdaemun sijang (pasar) banyak menjual segala macam kebutuhan, cuma saya kurang tertarik belanja di tempat macam begini yang mengandalkan tawar-menawar dengan penjual. Teman2 saya beli tas dan koper di sini, memang agak lebih murah sih drpd di Jakarta.

Karena saya ke Korea pas awal winter, saya  belanja di mal2 dongdaemun area karena butuh tempat yang nyaman alias hangat buat window shopping. Seperti Good Morning City, di sini saya beli sweater sangat murah hanya 5000KRW, di sini surganya baju2 murah dan fashionable macam di drama2 Korea. Sebenarnya juga ada mall di sebelahnya yang harganya lebih murah untuk baju2 high end fashion, namanya Migliore Mall. Saya beli lagi sweater 10,000KRW yg cakep seperti dipakai artis Korea (sebenarnya membelikan anak, tapi bisa saya pakai dulu hehehee). Saya beli kaos dan sweater cowok yang cakep2 di sini juga. Kalau di sebelahnya Migliore ada Doota Mall, ini juga favorite place saya karena bisa beli tas dan mainan anak-anak lucu di sini, kalau baju2 harganya sama dengan Migliore. Di lantai 6 ada toko Arirang, penjualnya bisa berbahasa Indonesia dengan fasih. Saran saya belilah suvenir2 di sini karena harganya lebih murah daripada beli di pasar lain. Saya beli baju Hanbok untuk anak saya yang berumur 13 tahun, normally harganya di atas 100rb KRW tp di sana saya dapat diskon jadi 30rb KRW saja (eh jangan beli oleh2 baju HAnbok ya, ini memang oleh2 termahal coz ini permintaan anak tersayang jadi mau nggak mau harus dibeli. Belilah mini hanbok dari kertas). Beli teh ginseng cuma 5000KRW per box, snack2 korea juga lebih murah di sini. Juga harga gantungan kunci ada yang 5000KRW, 7000KRW, 8000KRW, 9000KRW sampai 10000KRW isinya sepuluh biji ada juga yang selusin. Saya beli magnet kulkas cuma 8000KRW isi 4 sampai 5 biji tergantung jenisnya, magnetic memo holder sepuluh biji 6000KRW dan masih banyak lagi. Untuk saudara saya beliin jewelry pulpen I Love Korea dengan asesories Swarovski seharga 3000KRW yang sedikit diamondnya dan yang full diamond pakai box cuma 8000KRW. Saya juga beli tas etnik cuma 5000KRW satunya. Iya saya kalap kalau belanja di Arirang, sampai sering dapat tax refund di struk belanja karena selalu belanja di atas 30rb KRW. Arirang adalah toko yang sering saya datangi bolak balik saking ngilernya kepingin belanja lagi ke sana. Oya, ada toko Arirang satu lagi di Good Morning City Mall, dia di lantai dua. Sama, pemilik toko dan pegawainya fasih berbahasa Indonesia, malah suka saya ledekin pakai bahasa Jawa dia ngerti juga. Pemilik toko sudah mahfum kalau orang Indonesia hobby belanja suvenir banyak, jadi seneng2 saja kalau kita datang2 lagi. Belanja di Arirang bisa juga pakai uang rupiah yang nanti dia hitung berdasarkan kurs hariannya.

IMG_5276

2. Insadong

Banyak toko2 di sepanjang jalan Insadong yang menjual  pernak-pernik tradisional Korea, seperti hiasan dinding, gantungan hp, boneka-boneka tradisional, lukisan, kaligrafi Korea, dll. Saran saya ke sini cuma buat lihat-lihat saja karena harganya super mahal. (contoh Ginseng tea yang saya beli di Arirang 5000KRW per box kalau di Insadong jadi 7000KRW). Area ini hanya cocok untuk jalan2 ala wisatawan saja sambil menikmati keramik, kaligrafi korea, antique furniture, hanji, hanbok, serta asesories imut2 khas Korea lainnya. Saya di sini cuma beli scarf sutera seharga 5000KRW, karena cuma ini yang saya sanggup beli (hahahaa dasar miskin). Oya di sini tempatnya kalau mau beli kaos Korea bersablon timbul, harganya s 10ribu KRW per buah.

Insadong asik on weekend karena car free buat kenyamanan para wisatawan. Sambil menelusuri Insadong kita lama2 bisa sampai ke sungai kecil dikenal dengan nama Cheonggyecheon Stream, bersih dan bagus buat foto-foto . Insadong juga tidak jauh dari istana Gyeongbokgung (Joseon Dynasty), suatu saat saya tulis deh liputan saya ke sana.

Untuk menuju Insadong saya tetep pake shuttle bus gratisan dari hotel saya, tp  kita bisa juga pakai  Subway line 1, dan berhenti di stasiun Jongno 3-ga.

3. Nangdaemun

12301471_10206750189526234_1855474013481197569_nSaya ke Nangdaemun market hanya berjalan kaki saja dari hotel Grand Ambassador Seoul, cuma melewati 4x perempatan saja sudah sampai. Tandanya adalah ketemu Cheonggyecheon Stream. Bisa kita naik subway sampai Seoul Station, ambil Exit Gate 6 dan tinggal jalan beberapa menit ke Nangdaemun.

Nangdaemun adalah surga buat yang doyan pasar senggol. Kita bisa beli baju, tas, alat masak, ginseng Korea, Korean tea, snack Korea, sampai pernak-pernik tradisional khas Korea seperti gantungan kunci, gantungan hp, boneka, hiasan dinding, dll. Puas hati deh memandang toko-toko di sana. Saya beli syal made in Korea yang cantiik cuma 5000KRW, sama sarung tangan cuma 1000KRW. Suvenir2 di sini harganya seperti di toko Arirang di dongdaemun, bedanya kita bisa menawar harga di sini. Kalau melihat penjual makanan kaki lima di pasar Nangdaemun, wow sangat menggiurkan, terutama ramen dan shumai nya. Cuma saya tidak ngiler karena saya kan concern sama halal food, cukup foto-foto saja di depan penjual makanan.🙂.

4. Myeongdong

12278925_10206750184566110_7623075267507533893_n

Inilah tempat yang paling saya tunggu-tunggu untuk dijelajahi, surga kosmetik di Korsel. Buanyaak toko2 retail kosmetik di sini dan konon sehari bisa lebih dari sejuta pengunjung ke area ini. Ini tempat yang saya kunjungi sampai lima kali selama di Korea hihihi…

Saya belanja hand cream di Tony Moly, masker wajah di Missha, dan kutex Nature Republic. Beli lip balm di Face Shop, dan masih banyak lagi brand Korea yang membuka gerai di sini. Kalau Black Friday, semua toko kosmetik berlomba-lomba mendiskon produknya. Saya beli Missha hand cream sebijinya 3000KRW, ternyata pas Black Friday didiskon jadi 15000 per 10 biji (dibanded). Langsung saya borong dua bungkus. Masker wajah juga begitu, biasanya sebijinya 3rb-5rb Won, ada juga toko menjual 10rb KRW isi 20 biji! Teman saya nitip masker snail, 20000 dapat 20 bungkus . Oya masker buat saya oleh-oleh wajib karena murmer dan terbukti memang melembutkan dan menghaluskan wajah, sudah saya buktikkan sendiri. Saya beli parfum dengan harga diskon kalo pas Black Friday, juga kutek dengan warna2 pastel cuma jadi 800KRW per biji di suatu toko di sini. Oya, saya dapat banyaak sampel produk2 kosmetik for free dari toko2 yang saya kunjungi. Saya bagikan lagi ke teman2 anak perempuan saya, laris manis buat rebutan he he hee..oleh2 ngga modal.

12316644_10206747931749791_2551695091767098367_nAda untungnya belanja kosmetik langsung di Korea. Saya dititipin teman saya untuk beli 3 macam produk Laneige, ditotal cuma habis 93rb KRW padahal jika beli satuan di Jkt bisa sampai 155 USD. Juga beli krim Sulwhasso, jika beli di Seoul harganya bisa setengahnya jika beli di Jakarta. KAlau saya sih cuma beli di Innisfree dan Nature Republic saja buat diri sendiri, harganya sangat terjangkau dan kali muka saya cocok pakai produk murah ha ha ha…

Saya tidak menyarankan beli baju di Myeongdong ya, coz yang banyak itu  gerainya Zara, GAP, Forever 21, H & M dll , and saya lihat harganya sih sama saja di Jakarta, jadi masuk ke toko-toko baju buat saya cuma buat numpang ngangetin badan sebelum saya lanjutkan hunting kosmetik lagi. Di Myeongdong mending cari bajunya di Migliore saja, di Exit 4 dari Myeong-dong Subway Station.

Di sini banyak tourist information officer pakai selempang merah (ada tulisannya ‘Talk to Me in English’)  yang bisa membantu wisatawan dengan berbahasa Inggris…saya sempat memanfaatkan jasa mereka buat menunjukkan arah ke Nanta building (cerita Nanta di artikel lain ya). So, jangan segan bertanya daripada kesasar di antara bejibun orang di sana.

Sudah dulu ya….lanjut lain waktu.

4 thoughts on “My Korean Experience: Belanja Oleh-Oleh Korea Selatan

    • Nggak Say soalnya semua saya masukin bagasi, yang saya tenteng cuma makanan saja dan kaos kaki. Memang sih biar semua oleh2 muat terpaksa ninggal baju di hotel he he he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s