NU Lagi..NU Lagi..

Nggak tahu sudah berapa kali membuat Nasi Uduk minggu2 ini. Gara-garanya misua ultah 24 Maret lalu saya buatkan tumpeng nasi kuning buat teman2 kantor saya, misua, serta di masjid yang alhamdulillah banyak yang bilang semuanya uueenaaak dan maknyuuuss. Karena kelebihan sisa lauk masih banyak, maka saya secara serial (kaya filem aja) membuat bermacam nasi untuk menghabiskan lauk kering saya. BTW, saya buat serundeng, kering kentang, kering tempe, ayam suwir, sambel goreng ati, telor balado waktu itu, yang sisanya masih cukupbuat se-RT.
Tanggal 26 Maret saya buat nasi uduk dari campuran beras ketan putih, beras merah, dan beras ramos biasa. Semua bilang asiik…. Besoknya saya buatkan nasi uduk warna hijau, dibuat dari beras biasa diberi pewarna dari daun suji dan daun jeruk yang saya blender.

Nasi Uduk Ijo Chef Efi

Nasi Uduk Ijo Chef Efi

Orang2 kantor sih penuh suka cita saja setiap saya bawa makanan ke kantor. Setiap hari adalah hari ulang tahun saya kata mereka😀😀 . Pas Hari berikutnya saya buat nasi uduk biasa….mulailah anak2 saya protes, NU lagi…N lagi….nggak elit banget masakannya biasa aja, yang spesial buat mereka adalah pizza atau makanan2 barat lainnya.

Hihihii…jadi ingat waktu masih kecil saya kan sering diminta tolong masak sama ibu saya. Pernah suatu ketika, sewaktu saya masih SMP itu, ibu mau mengundang teman2 kantornya makan siang. Saya usul buat membuat soto atau rawon, tapi ibu saya hanya minta saya buatkan urap2 sayur, dengan lauk rempeyek, tempe tahu bacem, gereh (ikan asin) goreng, ayam goreng saja. Saya protes, kok menunya seperti makanan sehari2 kita aja. Pas hari H, ternyata semua teman2 ibu memuji masakan saya, apalagi sambel terasi saya katanya uedian enaknya. Rupanya mereka sudah jarang makan makanan ala rumahan sperti itu. Makanya saya jadi senyum2 sendiri ketika anak2 protes masakan saya, yang katanya nasi uduk mah biasa setiap hari ada di warung sebelah. Hmmm kids, tau nggak, yang bikin spesial kan bukan cuma nasinya aja, lha lawuhnya kan juga cucook dan beda dengan yang di warung sebelah.
Beda generasi beda selera.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s