MENGETAHUI DAN MENGEMBANGKAN POTENSI KECERDASAN ANAK SESUAI KARAKTER DAN GAYA BELAJAR ANAK

What's your learning style?

What’s your learning style?


Hari Sabtu, 14 Februari 2015 saya mengikuti seminar parenting yang kesekian kalinya di SMPIT Auliya Bintaro. Kali ini topiknya adalah mengenali gaya belajar anak agar bisa mengembangkan potensi kecerdasannya secara maksimal. Nara sumbernya adalah psikolog A-Genius dari Surabaya.
Psikolog mengawali paparannya dengan memberikan latar belakang tentang kejadian yang kita lihat dalam keseharian kita. Banyak anak menurun prestasi belajarnya di sekolah karena di rumah dipaksa belajar tidak sesuai dengan gayanya. Begitu juga sebaliknya, anak ternyata gampang belajar di rumah tetapi kesulitan saat mereka belajar di sekolah.

Kita sebagai orangtua atau guru tidak bisa memaksakan seorang anak harus belajar dengan suasana dan cara yang kita inginkan karena pada dasarnya masing-masing anak memiliki tipe atau gaya belajar sendiri-sendiri. Kemampuan anak dalam menangkap materi dan pelajaran tergantung dari gaya belajarnya. Anak akan mudah menguasai materi pelajaran dengan menggunakan cara belajar mereka masing-masing.
Menurut DePorter dan Hernacki (2002), gaya belajar adalah kombinasi dari menyerap, mengatur dan mengolah informasi. Ada tiga jenis gaya belajar berdasarkan modalitas yang digunakan individu dalam memroses informasi (perceptual modality).
Mari kita kenali lebih lanjut pengertian dan macam-macam gaya belajar.

VISUAL (Visual Learners)
Gaya Belajar Visual menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham.
Gaya belajar seperti ini mengandalkan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya. Ada beberapa karakteristik khas bagi orang-orang yang menyukai gaya belajar visual ini:
– Kebutuhan melihat sesuatu (informasi / pelajaran) secara visual untuk mengetahuinya atau memahaminya
– Memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna
– Memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistic
– Memiliki kesulitan dalam berdialog secara langsung
– Tidak terlalu reaktif terhadap suara, jadi sulit mengikuti anjuran secara lisan sehingga seringkali salah menginterpretasikan kata atau ucapan

Ciri-ciri Gaya Belajar Visual ini yaitu:
1. Cenderung melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang sedang mengajar.
2. Bukan pendengar yang baik saat berkomunikasi.
3. Saat mendapat petunjuk untuk melalukan sesuatu biasanya akan melihat teman-teman lainya baru kemudian dia sendiri yang bertindak .
4. Tak suka bicara di depan kelompok dan tak suka pula mendengarkan orang lain. Terlihat pasif dalam kegiatan diskusi.
5. Kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan.
6. Lebih suka peragaan daripada penjelasan lisan.
7. Dapat duduk tenang ditengah situasi yang ribut dan ramai tanpa terganggu.

Psikolog mencontohkan di keseharian kita biasanya jika anak Visual meminta sesuatu pada kita, dia akan minta kita untuk menoleh dan menatap dia jika kita memberikan respons atau jawaban. Yang lucu, saya jadi terbuka mata jika suami saya itu ternyata tipe visual. Sepertinya saya harus banyak memberikan tampilan visual yang lebih baik jika ingin tetap disayang misua, hehehe…

AUDITORI (Auditory learners)
Gaya belajar auditori mengandalkan para pendengaran untuk memahami dan mengingatnya. Karakteristik model belajar seperti ini menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan.
Artinya , mereka harus mendengar , baru kemudian mereka bisa mengingat dan memahami informasi itu.
Ada beberapa karakteristik yang khas bagi orang-orang yang menyukai gaya belajar auditori ini:
– Semua informasi hanya bisa diserap melalui pendengaran
– Memiliki kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung
– Memiliki kesulitan menulis ataupun membaca

Ciri-ciri Gaya Belajar Auditori yaitu:
1. Mampu mengingat dengan baik penjelasan guru di depan kelas, atau materi yang didiskusikan dalam kelompok/kelas
2. Pendengar ulung
3. Cenderung banyak omong😀😀😀
4. Tidak suka membaca dan umumnya memang bukan pembaca yang baik karena kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya
5. Kurang cakap dalam mengerjakan tugas mengarang/menulis
6. Senang berdiskusi dan berkomunikasi dengan orang lain
7. Kurang tertarik memperhatikan hal-hal baru di lingkungan sekitarnya, seperti hadirnya anak baru, adanya papan pengumuman di pojok kelas, dll

Wah, gaya auditori ini benar-benar Faishal banget. Karena tahu ini, saya nanti akan coba jadi lebih sabar buat menghadapi si sulung Faishal. Dia banyak ngomong, tapi jika harus mengerjakan tugas suka mau lekas-lekas selesai, dengan tulisannya yang kayak cakar ayam. Dia lemah di matematika. Sudah tiap hari di drill, tetap saja jika ketemu latihan baru, pelajaran yang lalu jadi hilang semua. Waktu kecil hafalan dia bagus sekali, sekarang mulai berkurang karena banyak pelajaran yang harus dia baca setiap hari. Itu pun saya harus sering bantu mengulanginya biar lebih paham. Sekarang saya tahu bahwa tipe auditori akan lebih efektif jika didampingi dalam belajar, jadi saya nggak bisa lepas Faishal belajar sendiri jika ingin memastikan dia paham materi yang harus dia kuasai.

KINESTETTIK (Kinesthetic Learners)
Gaya Belajar Kinestetik mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Tentu saja ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak semua orang bisa melakukannya. Karakter pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Hanya dengan memeganggnya saja, seseorang yang memiliki gaya belajar ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.

Ciri-ciri Gaya Belajar Kinestetik yaitu:
1. Menyentuh segala sesuatu yang dijumpainya, termasuk saat belajar
2. Sulit berdiam diri atau duduk manis, selalu ingin bergerak
3. Mengerjakan segala sesuatu yang memungkinkan tangannya aktif. Contoh saat guru menerangkan pelajaran, dia mendengarkan sambil tangannya asik menggambar atau mencoret-coret
4. Suka menggunakan obyek nyata sebagai alat bantu belajar
5. Sulit menguasai hal-hal abstrak seperti peta, symbol, dan lambang
6. Menyukai praktek langsung atau percobaan
7. Menyukai permainan dan aktivitas fisik

Nah, saya tersadar juga bahwa Shodi dan Daffa, si nomor 2 dan 3, adalah tipe kinestetik. Mereka lebih suka belajar dengan diberi contoh. Selain itu mereka dari kecil suka menghabiskan kertas (entah sudah berapa ribu rim ya…) buat corat-coret, menggambar maupun menulis cerita. Tembok rumah pun jadi saksi korban kekreatifan tangan anak berdua itu. Jadi ingat di rapor Shofi waktu kelas 3 sampai ditulisi pesan gurunya agar ananda Shofi mengurangi kegiatan menggambar ketika mengikuti pelajaran. Hehehe…gurunya perlu tahu bahwa anak meskipun sibuk corat-coret ternyata dia juga sedang menyimak pelajaran ya. Oya, ketika gadget tidak saya sediakan di rumah buat anak-anak, mereka tetap asyik aja karena selalu sibuk mencari aktivitasnya sendiri, entah itu memasak, bereksperimen, buat komik, bikin prakarya dan lain-lain. Ini juga buat uji kesabaran saya yang kadang suka uring-uringan karena rumah sering dibuat berantakan sama anak berdua itu.
So, benar seminar parenting ini sangat bermanfaat. Dengan mengetahui gaya belajar anak-anak maka kita akan mempunyai pegangan yang berguna untuk menerapkan lingkungan pembelajaran yang sesuai dengan karakter anak dan membuat belajar menjadi lebih menyenangkan untuk mereka. Karena itu, setelah acara seminar, saya menyempatkan meminta tes fingerprint untuk melihat lebih lanjut potensi dan kecenderungan belajar si sulung, Faishal. Biayanya satu juta rupiah. Buat saya nilai itu tidak seberapa buat menggali potensi buat masa depan anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s