SEKALI LAGI TENTANG KOMPETENSI WIDYAISWARA

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya Kementerian Keuangan memerlukan aparat keuangan yang professional, yakni yang berprestasi dan memuaskan customer serta stakeholder. BPPK memiliki peran khusus untuk menunjang tugas dan fungsi Kemenkeu tersebut sesuai dengan visinya yaitu menjadi lembaga pelatihan dan pendidikan terdepan dalam menghasilkan SDM Keuangan dan Kekayaan Negara yang amanah, professional, berintegritas tinggi dan bertanggung jawab. Untuk itu BPPK perlu didukung oleh para Widyaiswara, ujung tombak pemegang peranan penting dalam keberhasilan diklat-diklat BPPK, yang kompeten dalam bidangnya. Tulisan ini akan membahas tentang kompetensi widyaiswara dari berbagai peraturan dan literatur yang penulis baca.

Menurut PERMENPAN nomor 14 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya, Widyaiswara adalah pejabat fungsional yang berwenang dengan tugas, tanggung jawab, wewenang untuk mendidik, mengajar, dan/atau melatih PNS pada lembaga pendidikan dan pelatihan pemerintah. Sedangkan David McClelland mengatakan bahwa a competency is defined as an underlying characteristic of a person which enables them to deliver superior performance in a given job, role, or situation. Jadi bisa kita kembangkan bahwa kompetensi widyaiswara adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan kerja, karakteristik, sikap dan perilaku yang mutlak dimiliki Widyaiswara untuk mampu melakukan tugas tanggung jawabnya secara profesional.

Menurut PERMENPAN nomor 14 tahun 2009, Standar Kompetensi Widyaiswara adalah kemampuan minimal yang secara umum dimiliki oleh Widyaiswara dalam melaksanakan tugas, tanggung jawab dan wewenangnya untuk mendidik, mengajar, dan/atau melatih PNS, yang terdiri atas kompetensi pengelolaan pembelajaran, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi substantif. Dan secara terperinci pula dalam PERMENPAN Nomor 14 Tahun 2009 telah disebutkan kompetensi jabatan widyaiswara pada setiap jenjang (Pertama, Muda, Madya dan Tinggi). Tetapi belum ada Peraturan Kepala LAN yang khusus diturunkan dari PERMENPAN nomor 14 tahun 2009 terkait Standar Kompetensi Widyaiswara. Namun jika dilihat dari komponennya, sepertinya tidak berbeda dengan Peraturan Kepala LAN no 5 tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Widyaiswara (yang diturunkan dari Permenpan nomor 66 tahun 2005). Berikut ini adalah penjabaran kompetensi widyaiswara menurut Peraturan Kepala LAN no 5 tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Widyaiswara:

  • kompetensi pengelolaan pembelajaran, yaitu kemampuan yang harus dimiliki widyaiswara dalam merencanakan, menyusun, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran, yang meliputi kemampuan:
  1. membuat GBPP/Rancang Bangun pembelajaran mata diklat (RBPMD) dan SAP/Rencana Pembelajaran (RP)
  2. menyusun bahan ajar
  3. menerapkan pembelajaran orang dewasa
  4. melakukan komunikasi yang efektif dengan peserta dan
  5. mengevaluasi pembelajaran
  • kompetensi kepribadian, yaitu kemampuan yang harus dimiliki widyaiswara mengenai tingkah laku dalam melaksanakan tugas jabatannya yang dapat diamati dan dijadikan teladan bagi peserta diklat, yang meliputi kemampuan:
  1. menampilkan pribadi yang dapat diteladani; dan
  2. melaksanakan kode etik dan menunjukkan etos kerja sebagai WI yang professional
  • Kompetensi sosial , yaitu kemampuan yang harus dimiliki WI dalam melakukan hubungan dengan lingkungan kerjanya, yang meliputi kemampuan:
  1. membina hubungan dan kerjasama dengan sesama WI; dan
  2. menjalin hubungan dengan penyelenggara/pengelola lembaga Diklat
  • Kompetensi substantif, yaitu kemampuan yang harus dimiliki WI di bidang keilmuan dan keterampilan dalam mata diklat yang diajarkan yang meliputi kemampuan:
  1. menguasai keilmuan dan keterampilan mempraktekkan sesuai dengan materi diklat yang diajarkan; dan
  2. menulis karya tulis ilmiah yang terkait dengan lingkup kediklatan dan/atau pengembangan spesialisasinya

Dari hasil diskusi didapatkan kesepakatan bahwa ada dua standar kompetensi mengajar seorang Widyaiswara yang perlu ditekankan. Pertama, WI harus menguasai metode pengajaran yang efektif. Efektif disini tentu saja mengacu pada prinsip komunikasi yang efektif dimana pesan yang diterima = pesan yang dikirim. Prinsip ini penting karena seorang WI harus mampu menyampaikan materi secara tepat pada peserta. Kedua, WI harus menguasai teknik pengajaran yang interaktif. Interaktif disini berarti teknik pengajaran yang menarik, yang melibatkan seluruh peserta, serta pembelajarannya mberpusat pada siswa.  Dua kompetensi itu penting dimiliki seorang WI dalam mengajar dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Jadi WI tidak saja dituntut menguasai materi substanstif saja tapai harus bisa membuat pesertanya tidak ngantuk maupun tidak partisipatif di kelas..

Dari dua kompetensi tersebut kemudian disusun suatu indikator kompetensi mengajar Widyaiswara. Ada 4 indikator yang harus dipenuhi seorang WI yang memiliki kompetensi mengajar “menguasai metode pengajaran yang efektif” antara lain :

  1. Materi yang disampaikan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dalam hal ini peserta boleh dibuka wawasannya kemana-mana hanya saja TPU dan TPK harus tetap disampaikan.
  2. Penggunaan Bahasa yang mudah dimengerti peserta. WI yang canggih itu bisa menyampaikan materi yang sulit dengan bahasa yang mudah dipahami peserta. Penggunaan bahasa asing boleh saja di kelas, jika memang akan memudahkan pemahaman peserta.
  3. Peserta memahami materi yang disampaikan. Evaluasi-evaluasi lisan terkait materi selama proses maupun di akhir sesi pembelajaran, rasanya lebih tepat dilakukan guna mengukur pemahaman peserta terhadap materi.
  4. Peserta mampu menyelesaikan tugas yang diberikan. Apalagi jika materi yang diberikan mengandung banyak muatan praktik maka peserta harus lebih sering diajak mencoba dan mengerjakan daripada diberi teori saja.

Ada 5 indikator yang harus dipenuhi seorang WI yang memiliki kompetensi mengajar “menguasai teknik pengajaran yang interaktif” antara lain :

  1. WI memakai metode pembelajaran yang bervariasi. Ceramah yang terlalu lama hanya membuat peserta bosan. WI harus memvariasinya dengan metode diskusi, simulasi, brain storming, bermain peran, debat, praktik…yang penting sesuai tujuan pembelajaran.
  2. Peserta aktif dalam proses pembelajaran. Hal itu salah satunya bisa dilihat dari aktifnya peserta bertanya kepada WI. Juga dari antusiasnya peserta dalam melakukan diskusi, presentasi, atau latihan. Prinsipnya adalah proses pembelajaran yang “learner-centered” dan tidak sekedar “trained centred
  3. Pemakaian media pembelajaran yang menarik. YWI harus menguasai teknik pembuatan slide presentasi yang menarik, baik dari segi tampilan, kombinasi warna, maupun background yang memikat. Perlu dipertimbangkan juga media pembelajaran selain komputer dan power point semata. Ini penting untuk mengantisipasi jika listrik tiba-tiba mati atau trouble pada peralatan yang dibawa…
  4. Pemakaian Ice Breaking yang efektif. Kalau bisa sih berupa cerita, game yang selaras dengan tema materi dan tidak sekedar nyanyi-nyanyi gak jelas yang biasanya menjadi andalan para WI. Mungkin kita harus ingat bahwa pelajarannya bukanlah pelajaran seni suara hingga nyanyinya jangan berlebih…
  5. Menguasai Teknik Komunikasi yang menarik. Prinsipnya adalah kata-kata hanyalah 7%, nada suara 38%, sedangkan 55% adalah body languange…

another idea to write

Kepustakaan

http://www.bppk.depkeu.go.id/webbc/images/stories/file/2011/artikel/Pengembangan%20Profesionalisme%20WI.pdf tentang Pengembangan Profesionalisme Widyaiswara Pasca Permenpan nomor 14 tahun 2009 oleh Adang Karyana S. accessed September 25, 2012.

http://www.ditbin-widyaiswara.or.id/permenpan.html tentang Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 14 tahun 2009 tentang Jabatan fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya. accessed September 25, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s