8 Kunci Menjadi Pembicara yang Efektif

Tujuh tahun lalu, tepatnya 2007, saya pernah mengikuti pelatihan Public Speaking bersama Excellencia (lembaga Personality & Communications milik psikolog cantik Puspita Zorawar), dengan trainer ibu Magdalena Daluas, seorang News Anchor TVRI yang sudah senior dalam public speaking. Kali ini saya mau sharing delapan tips dari beliau agar menjadi pembicara efektif yang sukses. Saya masih ingat semuanya karena materi yang saya dapat itu juga selalu saya bagikan lagi kepada peserta diklat MP Master of Ceremony saya. Selamat menyimak.

Tips jadi pembicara dan MC

Tips jadi pembicara dan MC

Kunci 1. Miliki Keinginan dan Tujuan.
Ini seperti menjadi motivasi agar menjadi pembicara yang baik. Keinginan itu seperti mimpi, sedangkan tujuan adalah mewujudnyatakan mimpi tersebut. Artinya jika kita sudah memiliki mimpi agar menjadi pembicara efektif yang sukses, maka kerjakan mimpi itu agar menjadi kenyataan.
Banyak cara untuk mewujudkan mimpi itu, misalnya dengan melakukan latihan pernafasan (diafragma), latihan resonansi, latihan artikulasi, dan menerapkan semua latihan itu ketika berbicara.

Kunci 2. Kembangkan Power Base
Artinya milikilah kemampuan berbicara. Ibu Magdalena berpesan selalu gunakan pernafasan diafragma ketika berbicara. Selain itu perhatikan nada, volume, intonasi, jeda maupun kecepatan berbicara. Oya, saat menerangkan ini beliau memberikan sepuluh jenis suara yang kurang menarik, sambil diperagakan juga seperti apa suara yang nggak cocok untuk seorang public speaker, kami sampai ngakak-ngakak karena seorang penyiar senior yang kalem dan charming bisa ngocol habis. Sepuluh suara itu yaitu:
– berbicara terlalu cepat: selain susah ditangkap, akan Nampak seperti berbicara tanpa berpikir dahulu
– suara mendesah: kata beliau yang begini ini kebanyakan suara perempuan, meski ada juga pria yang seperti ini. Cuman lanjut beliau ini hanya cocok buat penyiar radio yang tayang untuk prohram tengah malam😀😀😀
– volume suara terlalu keras: kesannya adalah gaya ‘bossy’ dan berpandangan sempit, seakan tidak mau mendengar orang lain.
– rahang terkunci: pembicara terlihat kaku dan kesannya tidak pernah merasa bahagia. Kata beliau orang seperti ini biasanya jika tidur giginya beradu.
– nada terlalu tinggi: suara akan terdengar melengking dan seperti orang berteriak atau menjerit. Suara cempreng seperti ini benar-benar harus menjauh dari mic😀😀😀
– nada terlalu rendah: umumnya pria yang melakukan ini. Suara akan terdengar seperti komandan militer yang seakan sulit didekati.
– suara abu-abu: ini adalah suara seperti robot, datar, pecah, tidak ada variasi nada. Sangat monoton.
– suara bergumam: selain membuat kesal, suara seperti ini sulit dimengerti karena ucapan yang tidak jelas.
– suara sengau: biasanya karena rahan terkunci dan bibir agak tertutup membuat suara keluar melalui hidung, sangat tidak nyaman mendengarnya.
– suara terlalu lembut: kesan yang ditimbulkan adalah pemalu dan kurang percaya diri.

Kunci 3. Sesuaikan Suara dengan Mimik.
Ini menjukkan penjiwaan seorang public speaker atas apa yang disampaikannya pada audiens. Suara harus menggambarkan kepribadian dan pesan si pembicara. Ekspresi wajah harus natural dan bervariasi yang selaras variasi nada yang digunakan.

Kunci 4. Miliki Kekuatan Berbicara
Kekuatan berbicara berarti mampu membuat pesan yang dimengerti audiens. Ini akan didukung dendan nada suara, volume, intonasi, jeda, speed, pelafalan, artikulasi dan resonansi. (baca artikel saya yang lain tentang konsep dasar ini). Gunakan nada yang sedang agak rendah, volume dan intonasi yang bervariasi. Serta berbicara dengan kecepatan normal.

Kunci 5. Persiapkan Pesan Dengan Seksama
Jika materi disiapkan dengan cermat, maka apa yang kita bawakan akan memberi efek atau impact. Oleh karena itu perlu diketahui dulu siapa audiensnya, apa tujuan berbicara kita serta bagaimana hasil akhir yang kita harapkan. Dengan demikian, pembicara akan konsentrasi dan focus dalam membawakannya (terkait dengan penyajian adalah metode dan prosedurnya).

Kunci 6. Perhatikan Audiens
Audiens adalah penerima pesan sang pembicara, maka seorang pembicara yang baik harus mendahulukan kepentingan audiensnya. Ada beberapa ketrampilan yang dibutuhkan pembicara:
– peduli terhadap audiens (bisa dibantu dengan interaksi positif)
– kemampuan memotivasi
– menggunakan pengetahuan dan referensi yang kuat
– meninggalkan kesan yang positif atau baik

Kunci 7. Lakukan Kontak Mata
Pembicara efektif tidak boleh takut melakukan kontak mata. Tataplah audiens dengan tulus dan pasti, sehingga mereka akan merasa diutamakan oleh pembicara. But please don’t stare at your audience (napsuin lagi, bwt nggampar😀 …)

Kunci 8. Miliki kesabaran.
Tentunya kesabaran dalam melakukan latihan dan pengembangan terus-menerus. Ketrampilan menjadi pembicara yang efektif tidak bisa seketika dibangun tanpa praktek yang berkelanjutan. Karenanya perlu sabar dan tetap berpkir positif bahwa kita bisa mencapai tujuan menjadi pembicara yang efektif dan sukses.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s