Desain Kurikulum Badan Diklat Keuangan

Idisain curri

I. PENDAHULUAN

1. Pengertian Kurikulum

Definisi kurikulum secara umum dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 Pasal 1 Ayat 13 tentang Standar Nasional Pendidikan disebutkan bahwa Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Bisa dikatakan bahwa

Definisi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menururt Mulyasa (2004) adalah Suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik,berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa KBK diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, kemampuan, nilai, sikap, dan minatpeserta didik, agar dapat  melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran, ketepatan, dan keberhasilan dengan penuh tanggung jawab.

2. Tujuan Kurikulum

Tujuan dibuatnya kurikulum adalah terjadinya perubahan pada perilaku peserta. Dalam hal ini, sebuah komisi di Amerika Serikat telah mencoba membuat semacam klasifikasi tujuan yang mungkin ada dalam pendidikan yang terkenal dengan nama Taksonomi Bloom

Daftar lengkap Taksonomi Bloom akan dirinci sekaligus keterangannya di bahasan selanjutnya. Untuk menggambarkan tiap jenis, digunakan kata kerja (infinitive) yang khas, serta objek langsung (direct object) yang khas pula. Apabila kita membuat sebuah kurikulum, kita hanya sampai kepada tujuan umum. Namun dalam pelaksanaan, kita memerlukan semacam perencanaan lagi berupa suatu unit pengajaran / training. Pada sat itulah kita harus menjabarkan tujuan umum ke dalam tujuan-tujuan khusus berdasarkan infinitif dan objek langsungnya.

3. Manfaat Kurikulum

Bagi pengajar:

1) Pedoman kerja dalam menyusun dan mengorganisir materi dan strategi pembelajaran à Materi dan metode penyampaian lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi.

  • Pedoman untuk mengadakan evaluasi terhadap perkembangan peserta diklat

Bagi penyelenggara diklat:

1) Menghasilkan pembinaan/pelayanan yang berkualitas:

  • Persiapan penyelenggaraan dan sarana/fasilitas bisa lebih baik
  • Hasil lebih nyata karena adanya arah dan sasaran

2)  Pembinaan/pelayanan lebih efektif dan efisien:

  • Dengan program yang jelas dan metode yang lebih tepat, sasaran bisa dicapai sesuai dengan yang diharapkan.

3) Pelaksanaan dan hasil pelayanan/pembinaan bisa dievaluasi, sehingga bisa diperbaiki secara konkrit atau diperbaharui/disesuaikan/ditingkatkan mutunya.

Bagi peserta diklat

Menjadi sarana persiapan untuk mengikuti pembelajaran yang bisa dikembangkan sendiri selama diklat berlangsung

II. TAKSONOMI BLOOM

Dalam menyelenggarakan kegiatan diklat, kurikulum merupakan salah satu kunci dari keberhasilan kegiatan pembelajaran itu sendiri. Kurikulum disusun sebagai dasar pembelajaran yang dalam implementasinya digunakan untuk meraih suatu tujuan tertentu. Dalam menyusun kurikulum, bisa menggunakan alat bantu untuk memudahkan merumuskan muatan dalam kurikulum tersebut. Salah satu alat bantu yang dapat digunakan merumuskan muatan kurikulum adalah dengan menggunakan pendekatan teori Taksonomi Bloom.

Taksonomi Bloom adalah salah satu hasil komisi khusus yang membahas tentang tujuan pendidikan. Karena tujuan pendidikan adalah perubahan perilaku (behavior) manusia, maka hasilnya adalah taksonomi perilaku manusia. Taksonomi ini merupakan klasifikasi plus urutannya. Komisi Bloom berhasil merumuskan domain kognitif, lalu dilanjutkan komisi Krathwoll berhasil merumuskan domain afektif. Pada domain psikomotor terdapat banyak pendapat, namun yang akan dirinci adalah komisi Anita Harrow.

(Widodo, 2006) Taksonomi Bloom adalah taksonomi yang dikemukan oleh Benjamin Bloom (1956) dalam memberikan inspirasi kepada pakar pendidikan lainnya dalam melahirkan taksonomi lain. Bloom merumuskan tujuan-tujuan pendidikan pada 3 domain/ranah:

1. Cognitive Domain (Ranah Kognitif) yang berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual seperti:

1)  Pengetahuan (Knowledge), yaitu kemampuan mengingat kembali apa yang pernah didapat. Dalam hal ini menyangkut pengetahuan berupa:

  • Teori dan struktur
  • Prinsip-prinsip dan generalisasi
  • Fakta khusus
  • simbol,
  • istilah,
  • klasifikasi,
  • kategori,
  • cara atau alat
  • tolok ukur/standar
  • metodologi

2)  Pemahaman (Comprehension), yaitu pengertian terhadap sesuatu beserta konsekuensinya. Kemampuan ini menyangkut:

  • Penerjemahan, yaitu verbalisasi atau sebaliknya
  • penafsiran atau keterangan tentang sesuatu
  • ekstrapolasi atau pengertian tentang kecenderungan, implikasi, akibat, pengaruh dan sebagainya

3)  Aplikasi (Application), yaitu penggunaan abstraksi dalam situasi khusus dan konkrit.

4)  Analisa (Analysis), yaitu pemecahan suatu ide ke dalam unsur-unsur atau bagian-bagian sedemikian rupa sehingga hirarki dan hubungan ide menjadi jelas. Terdiri dari :

  • analisa unsur,
  • analisis hubungan dan
  • analisis terhadap prinsip yang terorganisasi.

5)  Evaluasi (Evaluation), yaitu pertimbangan yang diberikan kepada nilai materi atau metode untuk maksud tertentu.

6)  Menciptakan, yaitu memadukan bagian-bagian / unsur menjadi keseluruhan.

2. Affective Domain (Ranah Afektif) yang berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti:

1)  Penerimaan (Receiving), yaitu kepekaan terhadap rangsangan atau fenomena tertentu. Termasuk dalam hal ini adalah :

  • Keasaran (Awareness)
  • Keikhlasan menerima (Willingness to receive)
  • Perhatian yang terarah atau terpilih (controlling or selected attention)

2)  Penanggapan (Responding), yaitu dorongan untuk memberikan tanggapan kepada suatu fenomena atau rangsangan. Termasuk dalam hal ini adalah :

  • Izin untuk merespon (acquscence in responding)
  • Keikhlasan untuk merespon (willingness to response)
  • Kepuasan di dalam merespon (satisfaction in response)

3)  Penghargaan (Valuing), rasa hormat kepada suatu fenomena atau nilai tertentu. Termasuk di sini adalah :

  • Penerimaan terhadap nilai (acceptance of value)
  • Preferensi nilai (preference of value)

4)  Keterlibatan (commitment)

5)  Pengaturan (Organizing), yaitu penentuan hubungan antara nilai-nilai atau sikap-sikap dalam suatu situasi. Termasuk dalam hal ini adalah :

  • Konseptualisasi nilai (conceptualization of value).
  • Organisasi nilai (organization of value system).

6)  Karakterisasi nilai atau seperangkat nilai (characterization by Value or Value Complex), yaitu proses apresiasi dan internalisasi nilai. Hal ini meliputi :

  • Himpunan yang tergeneralisasi (generalized set)
  • Karakterisasi (characterization)

3. Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti:

1)  Gerakan refleks (Reflex Movement), yaitu gerak yang tidak terkontrol. Termasuk di sini :

  • Gerakan segmental
  • Gerakan intersegmental
  • Gerakan supersegmental

2)  Gerakan fundamental (Gross body movement), meliputi gerak fisik dasar manusia.

  • Gerakan locomotor
  • Gerkaan non locomotor
  • Gerakan manipulatif

3)  Kemampuan perseptual (perceptual skill), yaitu kemampuan tubuh untuk berinteraksi dengan sekitar. Termasuk di sini adalah kemampuan mendengar, melihat dan sebagainya.

4)  Kemampuan-kemampuan fisik (physical skill), seperti kekuatan, fleksibilitas, ketangkasan, dsb.

5)  Keterampilan motoris (motoric skill), yaitu kemampuan tubuh untuk mengadaptasi gerakan-gerakan dalam pola yang kompleks.

6)  Komunikasi non verbal (non verbal communication), yaitu kemampuan tubuh untuk melakukan gerakan non verbal.

Pada tahun 2001, Anderson bekerja sama dengan Krathwohl (yang dulu mengembangkan ranah afektif) menelaah taksonomi ini agar lebih terkait dengan pembelajaran modern. Hasilnya, mereka menggabungkan dimensi kognitif dengan dimensi pengetahuan (substansi). Dimensi pengetahuan tersebut meliputi:

  1. Pengetahuan faktual adalah pengetahuan diskrit, berupa informasi yang terpisah-pisah.  Pengetahuan faktual merupakan unsur-unsur dasar yang harus dipahami peserta didik dari suatu disiplin ilmu. Pengetahuan faktual meliputi: pengetahuan terhadap istilah, pengetahuan terhadap unsur-unsur yang spesifik.
  2. Pengetahuan konseptual merupakan pengetahuan yang lebih kompleks dan di organisasi dari beberapa pengetahuan faktual. Pengetahuan konseptual menyatakan hubungan antara pengetahuan factual berupa unsur-unsur dasar dengan struktur keilmuan yang lebih besar sehingga memungkinkan terjadinya pengetahuan baru. Pengetahuan konseptual meliputi: pengetahuan tentang klasifikasi dan kategori, pengetahuan tentang prinsip dan generalisasi, pengetahuan tentang teori, model dan struktur.
  3. Pengetahuan prosedural merupakan pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu yang dapat berupa kegiatan  atau prosedur. Perolehan  pengetahuan prosedural dilakukan melalui suatu metode penyelidikan dengan menggunakan keterampilan-keterampilan, teknik dan metode serta kriteria tertentu. Pengetahuan prosedural meliputi: pengetahuan tentang keterampilan dan algoritma, pengetahuan tentang teknik dan metode, pengetahuan tentang criteria yang digunakan untuk menunjukkan suatu kegiatan atau prosedur.
  4. Pengetahuan metakognisi merupakan pengetahuan tentang kognisi (pikiran) secara umum, missal dalam hal kesadaran, dan pengetahuan tentang kognisi diri sendiri. Pengetahuan metakognisi meliputi: pengetahuan strategi, pengetahuan tentang tugas-tugas kognisi yaitu pengetahuan kontekstual dan kondisional, pengetahuan diri sendiri.

Peran Taksonomi Bloom dalam penyusunan kurikulum

Kurikulum merupakan pangkal dari setiap pendidikan formal yang akan diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran. Desain kurikulum sangat menentukan arah pembelajaran yang diinginkan, oleh karena itu dalam menyusun kurikulum harus memperhatikan setiap komponen dan aspek yang dijadikan dasar tujuan diklat tersebut. Kurikulum, yang memuat didalamnya GBPP, SAP dan indikator pembelajaran, dalam menyusunnya perlu memperhatikan ranah-ranah dalam Taksonomi Bloom.

Penggunaan Taksonomi Bloom sangat membantu bagi penyusun kurikulum karena dalam menuangkan tujuan pembelajaran, Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), dan indikator pembelajaran yang ingin dicapai. Untuk lebih memudahkan dalam menyusun kalimat operasional dalam SK dan KD, Bloom dan tim pengembang Taksonomi Bloom telah merumuskan beberapa kata kerja operasional yang telah disesuaikan dengan ranah dan jenjang pemahaman tertentu seperti pada Peraga 1.

 III. Penyusunan TOR

TOR merupakan ringkasan dari suatu program diklat yang berisi tujuan dan lingkup apa saja yang terkait dengannya (apa yang akan dicapai, siapa saja yang terlibat, bagaimana mencapainya serta kapan diselenggarakannya).

Secara rinci, TOR di BPPK meliputi:

  1. Deskripsi diklat
  2. Sasaran
  3. Standar Kompetensi
  4. Kompetensi Dasar
  5. Penyelenggaraan Diklat
  6. Kurikulum
  7. Persyaratan Peserta
  8. Persyaratan Pengajar
  9. Seleksi Masuk
  10. Lama Belajar per Hari
  11. Bentuk Evaluasi
  12. Akomodasi
  13. Metodologi Pembelajaran
  14. Media Pembelajaran

 IV. Penyusunan GBPP

FORMAT GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN (GBPP)

 

  1. GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN(GBPP)

DIKLAT X (Diisi nama program diklat)

NOMOR KODE DIKLAT : (sesuai dengan kode diklat dalam NPP)

NAMA MATA DIKLAT :

DESKRIPSI SINGKAT : (maksud secara umum diklat ini diselenggarakan)

JUMLAH JAMLAT :

STANDAR KOMPETENSI : (tujuan kurikuler umum)

No KompetensiDasar Indikator Pembelajaran PokokBahasan Sub Pokok Bahasan Metode Pembelajaran Media Pembelajaran AlokasiWaktu Literatur*
Teori Praktik
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
. . . . . . . . . .
. . . . . . . . . .
. . . . . . . . . .
. . . . . . . . . .

Jumlah Alokasi Waktu

(11) (12) (Kosong)

Dalam Persentase

(13) (14) (Kosong)
  1. Keterangan:

(1). Diisi dengan nomor urut

(2). Diisi dengan penjabaran Standar Kompetensi peserta diklat yang cakupan materinya lebih sempit dibanding dengan Standar Kompetensi peserta diklat

(3). Diisi dengan kompetensi dasar secara spesifik yang dapat dijadikan untuk menilai ketercapaian hasil pembelajaran

(4). Diisi dengan judul pokok bahasan untuk tiap kompetensi dasar

(5). Diisi dengan judul sub pokok bahasan yang merupakan unsure dari pokok bahasan

(6). Diisi dengan metode yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran untuk pokok bahasan tersebut

(7). Diisi dengan media yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran untuk pokok bahasan tersebut

(8). Diisi dengan alokasi waktu untuk kegiatan pembelajaran dalam bentuk penyampaian teori

(9). Diisi dengan alokasi waktu untuk kegiatan pembelajaran  dalam bentuk praktik

(10). Diisi dengan daftar pustaka terkait dengan materi dalam pokok bahasan tersebut dengan menggunakan nomor indeks beserta keterangannya di bawah tabel

(11). Diisi dengan total waktu untuk kegiatan pembelajaran dalam bentuk penyampaian teori

(12). Diisi dengan total waktu untuk kegiatan pembelajaran dalam bentuk praktik

(13). Diisi dengan persentase alokasiwaktu untuk kegiatan pembelajaran dalam bentuk penyampaian teori

(14). Diisi dengan persentase alokasi waktu untuk kegiatan pembelajaran dalam bentuk praktik

  1. Proses Bisnis
  2. Teknik Penyusunan

V. PENYUSUNAN SAP

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)

DIKLAT X (Diisi nama program diklat)

PERTEMUAN KE-X (Diisi pertemuan ke berapa)

NAMA MATA DIKLAT : Structure (English Tenses II)

ALOKASI WAKTU : (alokasi waktu untuk satu mata diklat/satu SAP)

STANDAR KOMPETENSI : (tujuan kurikuler umum)

KOMPETENSI DASAR : (tujuan kurikuler khusus)

INDIKATOR PEMBELAJARAN : (petunjuk yang dapat digunakan untuk melihat kemampuan siswa setelahmengikuti mata diklat tertentu)

POKOK BAHASAN :

SUB POKOK BAHASAN :

KEGIATAN PEMBELAJARAN : (Metode atau model yang dipakai)

PENGGUNAAN MEDIA : (media yang digunakan)

AKTIVITAS TENAGA PENGAJAR :

  1. Pendahuluan
    1. ….
    2. ….
    3. ….
    4. Penyajian
      1. ….
      2. ….
      3. ….
      4. Penutup
        1. ….
        2. ….
        3. ….

AKTIVITAS PESERTA DIKLAT

  1. ….
  2. ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s