MASTER OF CEREMONY

Ini adalah bahan ajar saya ketika harus mengajar materi tentang MC pada DTSD Pengelolaan Diklat yang lalu. Bahan saya ambil dari internet, hanya sedikit dari pengalaman praktek dan training public speaking saya dulu bersama ibu Magdalena Daluas dari TVRI. Selamat menyimak.

Master Of Ceremony (MC)


MC adalah seorang yang akan memimpin suatu rentetan acara secara teratur dan rapih. Kemampuannya akan sangat menentukan apakah sebuah acara akan berlangsung lancar atau tersendat-sendat. Karena itu, seorang MC harus benar-benar menguasai seluruh aspek yang akan mempengaruhi kelancaran pada saat itu. Ia adalah benar-benar seorang sutradara pada sebuah acara.Syarat-syarat menjadi seorang MC atau Pembawa Acara :

• Memiliki intelegensi tinggi.

• Berkepribadian dan mempunyai sifat yang baik.

• Berpenampilan atraktif dan simpatik (santun dan menarik).

• Memiliki jiwa pemimpin.

• Berbahasa dengan baik.

• Berbicara komunikatif.

• Sabar.

• Cekatan.

• Mempunyai naluri antisipasi yang baik.

• Memiliki spontanitas yang baik.

• Memiliki rasa humor yang tinggi.

• Berpengetahuan umum luas.

Menjadi seorang Pembawa Acara/Master Of Ceremony/ Public Speaker, tidak cukup hanya dengan modal suara bagus. Namun ada banyak penunjang yang perlu juga diperhatikan serius. Di bawah ini saya coba akan memberikan Tips yang barangkali bisa membantu anda untuk belajar menjadi seorang Pembawa Acara.

Untuk menjadi seorang Pembawa Acara, selain modal suara yang enak didengar, harus juga memiliki kepribadian & intelektual. Artinya Pembawa Acara harus memiliki pengetahuan luas, kaya akan perbendaharaan kata Seorang pembawa acarapun seorang seniman kata-kata, memiliki kemampuan bahasa yang memadai, kepribadian yang excellent, artinya dia harus luwes, percaya diri, berjiwa besar, memiliki sense of humor, disiplin, memiliki sikap yang benar, memahami etika, berpenampilan bersih, wajar, sopan dan menarik.Seorang Pembawa Acara akan menjadi pusat perhatian seperti layaknya artis yang tampil di panggung. Untuk itu tampil menarik & enak dilihat adalah suatu keharusan. Berikut tips yang diambil dari lusypascha.multiply.com

Persiapan yang bisa dilakukan saat menjadi Pembawa Acara adalah :

1. Rileks…Pastikan kondisi tubuh & suara fit, segar dan normalAtasi rasa gugup dengan menarik nafas panjang dan dalam, menggerakkan badan sedikit untuk sekedar melemaskan otot yang kaku, berdiri tegap lalu tersenyumlah

2. Know The Room (Kenalilah ruangan tempat anda akan menjadi Pembawa Acara)

3. Know The Audience (Kenali karakteristik tamu dan pandang mereka sebagai sahabat

4. Know The Material (Kuasai bahan/ acara yang akan dibawakan)Baca literature yang diperlukan untuk menunjang pengetahuan anda, karena semakin banyak yang anda ketahui tentang acara yang anda bawakan, pasti semakin Percaya Diri

5. Susun pointer untuk membantu mengingat apa yang akan diucapkan

6. Jangan terlalu sering mengucapkan kata (meminta) maaf pada audience

7. Jangan tinggalkan daftar acara atau rundown acara (meskipun sudah ada stage manager)

8. Pakaialah pakaian yang serasi/cocok dengan acara, jangan sampai saltum atau salah kostum. (Buatlah sedikit saja berbeda dengan tambahan assesories atau pernak-pernik jika harus memakai seragam yang sama dengan tamu atau panitia. Ingat Pembawa Acara adalah pusat perhatian)

9. Pakailah Make Up (meskipun anda laki-laki pakailah sedikit riasan wajah agar wajah tidak mengkilap atau berwarna gelap)

10. Lakukan gerakan tangan seperlunya saat sudah berada di atas pentas. Jangan sampai berlebihan apalagi untuk menutupi kegugupan. Karena gerakan tubuh yang berlebihan hanya akan mengacaukan penampilan anda

11. Jaga mulut & tenggorokan selalu basah, untuk itu siapkan air putih yang siap diminum jika dibutuhkan

12. Jangan makan & minum yang akan mengganggu organ tubuh anda, minimal satu jam sebelum tampil misalnya soda, makanan berlemak (yang bisa membuat mual), makanan pedas atau asam

13. Tampillah Percaya Diri dan Be Yourself

Teknik Vocal :

1. Intonasi (intonation) : Pakailan intonasi atau nada suara, irama bicara atau alunan nada dalam melafalkan kalimat

2. Aksentuasi (accentuation) atau logat. Lakukan stressing pada kalimat tertentu yang dianggap penting, Hindari logat kedaerahan yang medhok apabila menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa asing.

3. Kecepatan (speed) bicara. Jangan bicara terlalu cepat atau terlalu lambat

4. Artikulasi (articulation) Yaitu kejelasan  pengucapan kalimat, pelafalan kata

5. Infleksi. Lagu kalimat, perubahan nada suara, hindari pengucapan yang sama bagian setiap kata (redundancy). Inflesi naik menunjukkan adanya lanjutan kalimat atau menurun untuk menunjukkan akhir kalimat.

Teknik Performa  & Gesture:

1. Lakukan Eye Contact : Pandangi audience ke seluruh ruangan, padang tepat ke mata mereka, (bila memungkinkan dekati bila ada yang tidak interest dengan anda)

2. Lakukan gerakan tangan/isyarat/sikap yang alami, spontan (tidak dibuat-buat), tidak sepotong-sepotong, tidak ragu, serasi dengan kalimat yang diucapkan, gunakan penekanan pada point penting, tapi jangan berlebihan. But The Most important Gesture : TO SMILE

3. Gerakan Tubuh ini meliputi ekspresi wajah, gerakan tangan, kaki, lengan, bahu, mulut atau bibir, gerakan hidung, kepala, badan

4. Jangan melakukan gerakan yang monoton misalnya meremas-remas jari, menepuk tangan, dll

5. Jangan lakukan gerakan yang tidak bermakna aatau tidak mendukung pembicaraan, misalnya memegang kerah baju, mengelus atau menyibak rambut, memainkan microphone, garuk-garuk kepala, dll

6. Makin besar jumlah audience, makin besar & lambat gerakan tubuh yang bisa kita lakukan, tapi kalau audience jumlahnya kecil lakukan gerakan tubuh ala kadarnya saja.

7. Ucapkan setiap kalimat dengan senyum sehingga suara yang dihasilkan adalah Smilling Voice

8. Jangan sekali-kali anda membuat joke tapi anda sendiri tertawa terpingkal-pingkal

9. Jika melempar Joke lakukan sedikit pause untuk memberi kesempatan audience tertawa.

10. Jika dalam opening anda mengucapkan salam, beri jeda beberapa detik untuk memberi kesempatan audience menjawab

Saran :

1. Sebaiknya seorang Pembawa Acara / MC memiliki kemampuan menyusun acara yang sesuai dengan aturan protokoler, sehingga MC bisa memberi masukan pada penyelenggara acara, dan tidak sekedar menuruti keinginan penyelenggara yang belum tentu tepat.

2. Pembawa Acara / MC harus bisa berfikir dan bertindak cepat serta punya planning-planning cadangan, jika terjadi trouble yang tidak dikehendaki saat acara berlangsung. Sehingga acara tidak tampak kacau atau audience merasa bosan.

BODY LANGUAGE

  • Kontak Pandang (Eye Contact)

Seorang MC harus berani menatap mata audiensnya. Hal ini sangat penting  membangun kewibawaan MC dan menebarkan rasa percaya dirinya.Kontak pandang (eye contact) adalah sarana berkomunikasi yang sangat komunikatif. Kontak pandang yang dilakukan oleh MC akan memberikan kesan yang mendalam karena audiense merasa dihormati dan diperhatikan oleh sang MC.

  • sikap tubuhDuduk (jarang) : Tubuh tegak, bahu relaks, tangan diatas pangkuanBerdiri : Untuk wanita membentuk sudut 45° (salah satu kaki pose), tegak, dada tegap, bahu relaks dan untuk pria kaki sedikit terbuka.-Berjalan : Tubuh tegap, bahu relaks dan langkah mantap.

OLAH VOCAL

Oleh Muh. Abduh Abbas – JTVSenin, 01 Desember 2008
Dalam dunia penyiaran yang semakin berkembang dewasa ini, kemampuan vokal menjadi salah satu tumpuhan Presenter & MC untuk dapat menampilkan laku penyiarannya dengan baik. Lain perkataan , melalui kemampuan “ laku – vokal “ Presenter & MC dituntut untuk dapat menyampaikan informasi–informasi acara. Ia diharapkan untuk menampilkan gagasan–gagasan menjadi perwujudan yang nyata dengan bentuk penampilan yang diperhitungkan bagi penontonnya. Jika suara untuk melontarkan bahasa syiar itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya maka isi acara yang terkandung tak akan dapat dikomunikasikan kepada pendengar atau penonton. Sehingga yang perlu diingat bahwa vokal sebagai salah satu media pengungkapan ekspresi Presenter & MC, dan hal ini merupakan media penyajian informasi melalui dialog.Seorang Presenter & MC akan terlihat membawakan laku penampilannya dengan baik seolah tidak ada beban tekhnik sebab ia dengan kesadaran yang penuh telah melatih seluruh peralatan dirinya agar vokalnya menjadi lentur dan dapat berartikulasi dengan jelas. Ini semua dibutuhkan adanya suatu ketekunan, keuletan yang disertai dengan tekad dan kemauan keras untuk terus menerus melatih seluruh peralatan tersebut. Karena ketekunan dan keuletan berlatih akan dapat memanfaatkan dan mengembangkan kemampuan vokalnya tahap demi tahap. Tentu saja asalkan seorang Presenter & MC yang bersangkutan tidak memiliki atau mengidap cacat peralatan vokal.Bagian – bagian pokok yang menyangkut dengan suara / vokal :

A. Pernafasan

Nafas mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, tanpa nafas yang baik kesehatan manusia akan sangat terpengaruhi. Bernafas untuk hidup sehari– hari dan bernafas untuk Presenter & MC sangatlah lain, meskipun sama–sama dalam hal bernafas. Bernafas untuk hidup berkenaan dengan bagaimana harus mengisi pada rongga dada yang berguna bagi pembakaran darah. Untuk ini tak ada faedahnya mengajarkan bagaimana caranya bernafas, karena sejak lahir kita telah bernafas.Kita tak akan berkata tanpa menarik nafas. Kata–kata yang kita lepaskan diikuti dengan keluarnya udara dari mulut. Jika persediaan udara dalam rongga dada telah terkuras keluar maka tak sepatah katapun dapat kita ucapkan dengan jelas, karena nafaslah yang menjadi sumber tenaga penggerak / penggetar pita suara kita.Ada tiga macam cara pernafasan yaitu sebagai berikut:

a. Pernafasan dada yaitu saat kita bernafas maka bagian dada yang mengembang dan mengempis bila kita mengeluarkan nafas. Pernafasan dada kurang baik dilakukan dalam menghimpun tenaga sebagai penggetar sumber suara. Karena mengakibatkan Presenter & MC merasa cepat lelah dalam memproduksikan suara, sebab peralatan pernafasan tidak dapat bekerja dengan leluasa. Demikian juga Presenter & MC akan cepat merasa gatal – gatal ditenggorokan dan disusul kemudian dengan penampilan suara yang serak.

b. Pernafasan perut yakni saat kita bernafas maka bagian perut yang mengembang dan mengempis saat kita menghembuskan nafas. Pernafasan perut ini kurang mempunyai daya untuk mendukung pembentukan volume suara. Tapi pernafasan ini cukup baik untuk melatih vokal dari pada pernafasan dada.

c. Pernafasan Diafragma yaitu dada dan perut mengembang saat kita bernafas. Dimana tahapan perut lebih dominan dari pada dada. Pernafasan Diafragma adalah yang paling efektif bagi seorang Presenter & MC dan paling menguntungkan dalam berolah vokal. Sebab tidak mengakibatkan ketegangan pada peralatan pernafasan dan peralatan suara serta juga mempunyai cukup daya untuk pembentukan volume suara.

Ada baiknya juga mengadakan latihan pernafasan dengan cara lainnya karena pernafasan seseorang tergantung pada kebutuhan kegiatan fisiknya ( misalnya akrobat ) menuntut jenis pernafasan yang lain.Perlu diperhatikan bahwa untuk wanita, pernafasan yang cocok adalah yang menggunakan perut dengan bagian dada ikut bekembang sedikit sekali dibandingkan dengan pernafasan pria. Hal ini disebabkan karena memang adanya perbedaan alamiah pada susunan tubuh.

B. Membuka Laring

Laring (larink) terletak di bagian atas pipa suara yang terdapat sepasang pita suara. Apabila pita tersentuh udara atau nafas, maka akan bergetarlah ia sehingga menimbulkan suara secara efektif sehingga tidak mampu menggunakan suaranya dengan benar. Dikatakan laring itu tertutup apabila :- – – Laring akan selalu terbuka apabila seseorang melatihnya dengan sensasi untuk mendapatkan ruang yang cukup banyak di mulut bagian belakang (seperti misalnya kita sedang menguap).suaranya datar. ketika menghirup udara, terdengar suara yang menyertainya. otot pada leher bagian belakang terjadi kontraksi, juga otot–otot di bawah dagu.C. PengucapanUntuk dapat berartikulasi dengan baik dibutuhkan kelenturan alat–alat pengucapan, sering kita lihat seorang Presenter & MC yang bersuara cukup nyaring tetapi tidak menampilkan artikulasi yang cukup baik maka kejelasan informasi pun terhambat pula. Salah satu penghambatnya adalah selain otot–otot peralatan pengucapan yang kurang terlatih, juga disebabkan yang bersangkutan segan atau malu untuk membentuk rongga bibir sesuai dengan bentuk lambang bunyi yang dibawakan. Bahkan banyak orang yang enggan membuka mulut selagi membentuk artikulasinya. Tentu saja hal semacam ini tidak pada tempatnya.Artikulasi yang baik akan dapat dicapai dengan menempatkan posisi alat–alat pengucapan pada posisi yang wajar tetapi dengan penggunaan tenaga yang efektif dan senantiasa terkontrol. Suara ucapan panjang atau pendek caranya harus membangun pada suatu klimaks. Ini berarti bahwa satu dari unsur–unsur berikut harus dikembangkan dari permulaan, yaitu volume, intensitas emosi, variasi jarak kecepatan, nada atau irama ( diksi, tekanan ). Latihan menciptakan irama gunanya agar Presenter & MC mampu menghindari pengucapan dialog yang monoton ( datar ). Bayangkan saja apa yang terjadi pada penonton kalau Presenter & MC yang pengucapannya monoton. Penonton jadi bosan, jenuh.

Seorang Penyiar ( Presenter & MC ) yang baik akan selalu memperhatikan kebutuhan latihan. Banyak hal yang harus diperhatikan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas. Latihan-latihan itu antara lain :

1. Pernafasan

2. Pengucapan

3. Kelancaran

4. Intonasi

5. Menyusun Kalimat

6. Membaca ( Koran, Majalah dan Ilmu Pengetahuan )

7. Irama dll.


MELATIH SUARA DIAFRAGMA
Kualitas suara yang diperlukan seorang pembawa acara adalah “suara perut”, suara yang keluar dari rongga badan antara dada dan perut –dikenal dengan sebutan “suara diafragma”.Jenis suara ini akan lebih bertenaga (powerful), bulat, terdengar jelas, dan keras tanpa harus berteriak. Untuk bisa mengeluarkan suara diafragma, kita dapat melakukan latihan ringan sebagai berikut:

1. Ucapkan huruf vocal A, I, U, E, O dengan panjang-panjang. Contoh: tarik nafas, lalu suarakan AAAAAaaaaaaaaaaaaa… (dengan bulat), terus, sampai habis nafas. Dilanjutkan lagi untuk huruf lainnya.

2. Suarakan AAAAaaaaaaa… dari nada rendah, lalu naik sampai AAAAaaaaaaa… nada tinggi.

3. Ambil napas pelan-pelan. Ketika diafragma dirasa udah penuh, buang pelan-pelan. Untuk nambah power, buang nafas itu, hela dengan cara berdesis: ss… ss… ss… (putus-putus), seperti memompa isi udara keluar. Akan tampak diafragma Anda bergerak.

4. Saat mengambil napas, bahu jangan sampai terangkat. Kalau terangkat, berarti Anda bernapas dengan paru-paru. Contoh: ketika orang sedang ambil napas mendadak karena kaget, ia akan mengambil napas dengan paru-paru. Makanya, orang kaget suka megang dada. (www.romeltea.com).*
Sambil melatih vokal Anda, lakukanlah di depan cermin  agar sekaligus melatih penampilan dan pembawaan Anda. Ada baiknya juga sekali-kali membaca puisi dengan lantang di depan kaca, sekaligus untuk melatih intonasi dan jeda Anda. Jangan segan minta pendapat teman atau orang lain tentang kualitas MC Anda. Anda juga perlu sering mengamati cara presenter atau MC papan atas dalam membawakan acara, ambil tekhnik-tehnik mereka yang bagus dan bisa Anda terapkan.

Kunci sukses seorang MC juga ditentukan oleh ‘jam terbang’ nya, dengan kata lain pengalaman praktek menjadi pembawa acara sangat mutlak diperlukan. Karena itu teruslah berlatih dan mengasah ketrampilan Anda , setiap ada kesempatan atau event untuk melakukannya, ambillah itu dan lakukan tugas Anda dengan penuh percaya diri. Selamat mencoba ^_^.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s