Paris Tenan

Kenapa saya kasih judul Paris Tenan? Soalnya ini cerita impian yang jadi tenanan (kenyataan).

Saya ngga punya visa Schengen (nggak sempat ngurus karena sudah mepet dengan jadwal berangkat ke Belanda), tapi ngidam banget ingin ke sana. Sewaktu kunjungan ke Kedutaan RI di Den Haag, saya nanya langsung ke Pak Dubes apa dimungkinkan kita ke ke Perancis, Inggris, atau Jerman hanya dengan membawa paspor biru kita saja. Jawaban beliau tegas2 TIDAK, tanpa visa Schengen jangan coba-coba deh, ngrepotin Kedutaan juga kalau ketangkap petugas imigrasi sana. Alamaak, sudah nambah sangu 800 Euro buat keliling Eropa, terganjal visa entu, masak duitku harus mubazir sih? Tapi berhubung saya orang nekat, ditambah juga ada seorang teman cewek yang stengah gila (ha ha sorry Thenk) tapi punya teman yang domisili di Paris dan satu cowok nekat pula (pernah punya pengalaman ketangkep petugas imigrasi Korea krn ngga punya visa, ngandalin visa Japanese student he he), so nekatlah kita bertiga di Sabtu subuh buta menuju Paris naik kereta dulu dari Schipol ke Brussel lalu ganti Thalys menuju Paris. Deg2an campur seneng ketika bisa menginjakkan kaki di stasiun Gare du Nord di Paris, habis di mana2 ada polisi  dan PM sliweran, tetapi berhubung kita pasang gaya cuek dan tidak mencurigakan, selamatlah kita keluar dari stasiun. Horeee!!!

Efi n Thalys

Waktu kita tidak banyak, tapi setidaknya kita bisa ke Eifel Tower, Notre Dame de Paris, Arc de Triomphe, Champs Elysees, Jardins de Luxembourg, Louvre museum meskipun cuma sebentar.

Eloknya jalan2 di Paris. Mana orang2nya cakep2, ngga ada yang jelek. Cuman ngga tahu ya, banyak banget PDA di sini (public  display of  affection alias orang pamer pacaran di mana2 ngga kenal umur. Yang tua2 juga masih romantis dengan pasangannya, agak susah ngambil foto di area publik coz pasti deh ada yg lagi ciuman ikut kejepret (jijay!!). Pas lihat2 hasil memoto, ada sekita 25an gambar mesti kita umpetin, lha wong kita nggak sengaja motoin mereka kok, wkkk. Oya, kita jadi terbawa ritme orang Paris, banyak jalan kaki, sampai kadang2 spatu boots dilepas dan nyeker sepanjang jalan. Btw, kalo jalan kaki harap hati2, di Paris meskipun katanya kota mode sedunia dan tempat orang berselera tinggi, ternyata jalanannya nggak elit alias banyak ranjau darat, tahi anjing dimana-mana. Sueer bau banget, katanya sih Paris tempat para penyayang binatang, jadi kalo doggy mau pis dan pup dibiarin aja di jalanan, nanti jg ada petugas kebersihan yang khusus membersihkan tai2 itu (sorry nih ngomong kotor deh). Lain banget pas saya ke Jepang, cewek2 cantik bertas Channel, Gucci, Hermes, LV yang gendong2 anjing itu ternyata menyimpan e-ok piaraannya dalam tas mereka jika mereka berhajat di jalan. Betapa mahalnya wadah eok doggy di Jepun :D

Paris is LV

Kita juga menyusuri Champs-Élysées   yang katanya adalah jalanan terindah di dunia (menurutku sih nggak indah2 amat, tapi setuju kalau disebut jalanan termahal di dunia, coz butik2, cafe2 dan resto2 termahal ada di sini.) Jalanannya sih elegan, lebar dan nyaman buat pejalan kaki, dengan pohon2 chesnut berjejeran.  Kita bisa jalan dari Place de la Concorde  ke Arc de Triomphe. Yang unik waktu liat antrian untuk beli di Louis Vuitton House, pelanggan baru bisa masuk ke toko jika pelanggan di dalam (dibatasi beberapa orang saja) sudah keluar, security guard nya necis tapi sangar2 deh.

Malamnya kita menginap di rumah Teh Rini di Croissy-sur-Seine, rumahnya besar , kamarnya banyak , ada 3 anjing lagi (lucu2 sih tp hi hi gelii). Yang bikin endah itu suaminya, Devan, a Malaysian engineer, jago banget masak. Pas kita dah rapi n wangi sehabis mandi n sholat, dipanggil mereka dinner di kebun, BBQ lamb n chicken plus nasi dan sambal dabu2, sedaapnya hidup. Kata Devan dia juga mw celebrate anniversary  mereka, makanya mereka juga undang a Singaporean couple untuk dinner bersama. Indahnya dinner di Paris, menikmati angin dingin tepian sungai Seine, it’s the night I won’t forget for the rest of my life, thanks Devan n Teh Rini.

Seine River

Pagi harinya masih dimanjakan dengan nasi goreng bikinan kang Devan, sadaap abiz.

Sehabis sarapan kita bergegas menuju istana Versailles sebelum balik ke stasiun untuk pulang ke Amsterdam.

Istana lagi renovasi, tapi nggak mengurangi jumlah turis yang berkunjung. Gara2 agak kelamaan fota-foto di depan istana Versailles, jadinya kita kebat-kebit nguber kereta  ke Gare du Nord. Tiket Thalys pulang kita itu tiket promo, kalo kita nggak nongol on time, wassalam hangus uang kita. Terjadilah kejar2an mirip banget adegan di Bourne Trilogy itu, ngga sempet mandek buat tarik napas. Kita bertiga lari sekitar 8 menitan, temen yang cowok  duluan karena kelamaan nungguin kita. Pas kita nyampai di platform Thalys yang ke Amsterdam, kita langsung aja masuk di sembarang gerbong, yang penting masuk KA dulu. Sambil masih setengah lari kita menuju gerbong kita yang ngga taunya masih jauh di ujung depan, pas nemu seat kita tiba2 terdengar “Priiit!” dan KA bergerak. Nyariiis…kita langsung duduk sembari napas sengal2 dan ngik2 persis orang asma, sampe2 mau ngomong saja nggak bisa coz napas dah hampir putus ha ha…jadi tontonan bule2 di sekitar kita: berdua kok aneh kaya copet mau ketangkep wkkk.

All in all, capek, pegel dan njarem kita terbayar dengan pengalaman indah di Paris. Ngga rugi ngerogoh kocek sendiri buat keluyuran ke sini.

Mimpiku ke Paris dadi kelaksanan tenan.

Paris, I shall be back!

Keluyuran Belanda

Bulan Juni 2011 saya dapat beasiswa NESO untuk mengikuti Short Course on Curriculum Design and Assessment for Educational Innovation di Netherlands. I was so excited to go, karena training tersebut sangat terkait dengan tupoksi sehari-hari sebagai sebagai widyaiswara. Misi khusus saya sendiri lebih fokus untuk melihat praktek teaching di sana serta bagaimana menyusun kurikulum serta evaluasinya, dan yang tidak lupa satu lagi yaitu jalan-jalan di seluruh Belanda serta negara-negara di dekatnya.  Untuk cerita materi diklat mungkin di tulisan lain saja, di sini mau bagi-bagi foto keluyuranku selama 3 minggu di sana. Btw, saya keluyurannya setelah jam belajar sama sabtu-minggu, jadi belajar jalan…backpackeran jg jalan ^_^…

Sedikit tentang cuaca di sana, saya datang pas summer, tapi kok suhunya ya dingiin banget (rata-rata 13 sd 18 derajat Celcius), jadinya salah kostum sekali. Sudah terlanjur bawa baju dan jaket yang tipis-tipis, ternyata di sana jarang sinar matahari, sering mendung, kadang hujan, jadi kalau paket jaket mesti dobel 2, kalau orang Belandanya sendiri sih sudah biasa suhu lebih dingin, jadi bajunya nggak tebel2 amat. Temen2 saya banyak yang bibirnya pecah2 berdarah saking dinginnya, makanya kami semua pakai body cream dan lipbalm terus. Oya, foto berikutnya:

Itu gambar di depan kampus VU Amsterdam, tempat kami menunggu Metro no 51. Tampak di belakangnya itu kantor CIS yang menjadi organizer training kami.

Oya, saya mencoba Canal Cruise di Belanda sampai dua kali, mengunjungi Madame Tussaud Museum, nonton fans Ajax di stadium Bijlmer ArenA, melihat  desa tradisional Zaanse Schans, melihat perahu dan ikan segar di Volendam, mencium bunga Tulip di Keukenhof, dan masih banyak  lainnya sampai lupa apa aja ya, soalnya setiap hari jalaan mulu after class. Di The Hague saya sempat melihat The Binnenhof dan the Peace Palace (syanag lagi renovasi jadi ngga bisa masuk),  main ke pantai Scheveningen yang terkenal itu (ternyata masih jauh bagusan Parangtritis), sama putar2 keliling kota. Nih sebagian  foto-foto yang bisa ku upload aja, internetku lagi lemoot;

Canal Cruise di Belanda

Joy Ride along the Canal

Enjoy the view along the canal

with Jon Bon Jovi

Keukenhof

Beautiful Tulips

Saya juga pergi ke Belgia dua kali, mengunjungi kota Brussel dan Antwerp. Suasananya mirip Belanda juga, namanya juga sama-sama di Eropa. Banyak bangunan dan gedung tua yang sangat cantik, terutama di daerah Grote Markt.

Beautiful Singapore

Enjoying a day in Singapore with my son, Faishal…how fun!

My 9-yr-old son Faishal @ Soetta Airport

Asyiknya mau bepergian...

HarbourFront

Singapore from a cruise

Faishal...

I wish Jakarta had an MRT like this...

A sign at an MRT station

Faishal in front of Maybank bld

One Fullerton!

Mini Merlion

Kesampean juga foto depan Merlion, sudah sah jadi turis

Far behind is the Esplanade

Esplanade Singapore

Wow!

Singapore city

Beautiful city

What is more amazing is I got a chance to meet an old friend of mine, Lina Puryanti, there. She’s a sPh.D. candiddate of NUS now. Wow, it was our first meeting after we graduated in 1995.

Ketemu temen lama di Singapore

Oleh-oleh dari Jepun

Aku dapat kesempatan mengikuti short course di Temple university, Japan selama 15 hari. Lumayan menambah pengetahuan tentang training management & HRD management. Tapi kali ini cuma mau share sedikit foto aja di sini, tentang materi short course bisa di upload kapan2 ya…

Btw untuk teman2 yang ingin punya kesempatan belajar di LN, syaratnya sih cuma skor TOEFL aja yang bagus, makanya sering2 belajar bahasa Inggris ya…

Check out my ole2 4 U:

Hari pertama menginjak Japan

Kalo ngga salah ini ornamen dinding di stasiun Ueno

x

Di Shensoji Temple

Lukisan di Asakusa market, ini kecil tapi mahal...

Ini juga, kecil2 mahal banget (1 yen sekitar Rp1000,-) lukisannya cuma 20 x 20 cm

Warteg di Aoyama Street

Mau nyoba makan ini? Halal tidak dijamin...

menjelang senja di Harajuku

Mau lunch di deket sta. Roppongi

Tempat favorit buat beli cemilan sehari2

Tokyo tower senja hari

Tokyo Tower pas maghrib

pemandangan malam di Odaiba

kunjungan ke Tokyo Stock Exchange

Foto2 yang lain silakan liat di facebookku aja ya….